18 September 2012

Ikan Arwana Genus Sclerophages


Jenis ikan arwana cukup banyak. Keberadaannya tersebar di berbagai wilayah. Ikan ini memiliki keindahan yang khas sesuai dengan tempat asalnya. Beberapa daerah asal arwana ini antara lain Amerika Selatan, Australia, Afrika, Brazil, Filipina, Malaysia, dan Papua nugini. meskipun demikian, keindahan arwana asli Indonesia cukup  di antara arwana dari beberapa negara-negara tersebut, sehingga tidak heran permintaan arwana dari berbagai negara setiap tahunnya cukup tinggi. Beberapa negara tersebut adalah Jepang, Hong kong, Singapura, Malaysia, Cina, Amerika Serikat, dan Taiwan. Negara-negara ini hingga kini masih meminta pasokan arwana dari Indonesia secara kontinu.

Ikan arwana di kelompokan dengan jenis-jenisnya dari berbagai versi dengan dasar yang berbeda-beda. Ada yang mengelopokannya berdasarkan genus dan spesies, berdasarkan warna sisik, dan ada pula berdasarkan daerah penyebarannya. Seperti umumnya ikan hias, pengelompokan ini sebenarnya hanya bersifat untuk memudahkan. dengan cara demikian akan lebih mudah untuk mengidentifikasinya. Satu hal yang penting di ingat, jenis-jenis arwana ini yang pasti jumlahnya akan terus bertambah. Hal ini tentunya seiring dengan ditemukannya arwana-arwana jenis baru, baik dari hasil penangkapan maupun perkawinan silang (crossing) antar jenis hasil penangkaran. 

Simak paparan berikut untuk mengenal lebih dekat perbedaan genus dan spesies, serta daerah penyebaran arwana.

Genus Sclerophages

- Sclerophages formosus

Arwana Super Red


Sumber : budidayanews.blogspot.com
Arwana super red merupakan jenis arwana yang hampir punah, Oleh para hobiis arwana ini di anggap primadona karena kualitas warna sisik dan penampilannya tampak lebih sempurna dibandingkan dengan strain lain.

Arwana ini memiliki sisik berwarana merah menyala dan memancarkan kilau kekunigan. Di beberapa negara, seperti RRC, Jepang, arwana super red dianggap sebagai lambang keperkasaan karena warna sisiknya yang merah menyala layaknya mirah delima. Karena itu, permintaan RRC, Jepang, dan beberapa negara lain terhadap arwana jenis ini cukup tinggi, sehingga harga jualnya pun melonjak. Jika dibandingkan dengan jenis lain, arwana super red merupakan arwana paling mahal. 

Ciri arwana super red pada bagian antara kepala dan punggungnya terdapat batas sisik menyerupai ring. Batas sisik ini kadang-kadang bisa merata keseluruh tubuh. Di bagian tepi sirip-sirip terdapat warna merah terang. Warna merah ini menonjol dibagian ujung ekor. Lingkaran sisiknya berwarna merah kekuningan hingga merah terang. Bibirnya tampak seperti berginc. Kornea mata arwana super red berwarna hitam lembut dan dikelilingi warna kuning kecoklatan yang tampak merata. Arwana super red banyak menghuni sungai dan danau yang tenang dan tidak berbatu di Kalimantan.

Sumber : cargobalikpapan.net
Di habitat aslinya, Arwana super red mendiami perairan di wilayah hutan gambut. kondisi ini menciptakan lingkungan yang khas bagi ikan purba tersebut. kondisi meneral, lingkungan air gambut (black water), dan cadangan pakan yang tersedia di wilayah hutan gambut, memberi pengaruh positif terhadap evolusi warna super red. Warna merah arwana uper red lebih menyala dan lebih pekat dibandingkan dengan arwana super red hasil penangkaran. Pengaruh geografis ini juga menyebabkan variasi yang berbeda pada bentuk morfologi ikan ini, seperti badan yang lebih lebar dan kepala yang berbentuk sendok.

Indonesia adalah gudang arwana jenis ini, terutama di sungai-sungai dan danau-danau di Kalimantan. Sungai atau danau yang berarus tenang dan berbatu adalah habitat favoritnya.

Di kalimantan Barat arwana super red banyak dijumpai di Kabupaten Sintang, yakni disepanjang Sungai Ketungau, dan Nanga Ketungau hingga wilayah Senaning. tak hanya itu, sungai-sungai di Kapuas Hulu, seperti Sungai Tawang, Sungai Puyam, dan Sungai Seriang juga menjadi tempat berkembangbiaknya ikan yang oleh penduduk setempat disebut siluk ini. Selain di sungai, ikan siluk juga banyak menghuni danau-danau di Kalimantan Barat, seperti Danau Aji, Danau Saih, Danau Maid dan danau Siluk.

Arwana Golden Red

Sumber : riaupos-forus.blogspot.com
Arwana golden red memiliki warna sisik kuning keemasan. Warna kuning keemasan ini tampak lebih menonjol pada bagian kepala. Batas sisiknya (ring) berwarna kehitaman. Tepi sirip-siripnya berwarna kemerahan, tetapi tidak seterang arwana super red dan bibirnya tidak merah bergincu seperti supwe red. Karena itulah arwana ini medapat julukan golden red. Bagi hobiis arwana, jenis golden red juga menjadi incaran. Namun masih kalah pamor dibandingkan dengan super red. Perairan air tawar Riau, Jambi dan Medan adalah habitat asli ikan ini. 

Arwana Malayan Bonytongue (Malayan Gold)

Sumber : showyourfishes.com
Arwana golden red tidak hanya terdapat di Indonesia, tetapi juga di Malaysia, seperti Perak, Trenggani, Danau Bukit Merah, dan johor. Karena itu arwana ini sering diberi julukan sesuai dengan tempat asalnya seperti golden pahang, bukit merah blue, taiping golden, dan malaysian gold. 

Sebagai jenis Sclerophages, arwana malaysian gold memiliki kemiripan fisik dengan arwana golden red. ada ciri khusus yang membedakan keduanya. Sisik di punggung arwana golden red asal Indonesia tanpa ring, sedangkan golden red malaysia semua sisiknya memiliki ring.

Arwana golden red Malaysia ada dua jenis, yakni yang berwarna dasar sisik kuning denga ring ungu dan yang berwarna dasar sisik ungu dengan ring kuning. Di kalangan hobiis, arwana golden red menempati urutan kedua setelah sang primadina, arwana super red.

Arwana Hijau (Green Arowana)

Sumber : tokoarwana.com
Disebut arwana hijau karena sisiknya arwana ini berwarna hijau. Namun saat masih kecil, warna hijau ini hanya tampak sedikit sekali, yakni pada bagian ekornya dan tertutup warna kemerahan. Setelah dewasa, warna hijau akan semakin jelas karena semakin bertambah usia semakin hijau warna sisik arwana ini. Arwana hijau berasal dari daratan Amerika Selatan dan sudah lama merambah perairan Thailand, Malaysia,, dan Indonesia. Di Indonesia, arwana hijau ini banyak ditemukan di perairan Kalimantan, yakni seperti Sungai Kapuas, Sungai Melawi, dan Sungai Mensiku.

- Sclerophages jardini atau Arwana irian (Jardini/Northern Spotted Barramundi)

Sumber : zafact.blogspot.com
Arwana ini ditemukan di bagian utara Sungai Queensland, bagian selatan Sungai Jardine, dan Sungai Adelaide, Australia. Arwana ini lebih dikenal dengan nama arwana jardini. Arwana jardini juga ditemukan di Teluk Carpentaria hingga bagian selatan Pulau Papua (Irian Jaya). Karenanya, di Indonesia, arwana ini dikenal dengan nama Arwana irian.

Ciri fisik yang menonjol dari arwana ini adalah adanya bintik (spotted) merah yang menghias ekor dan siripnya yang berwarna cokelat kehijau-hijaun. Bintik-bintik merah ini juga tampak menghias seluruh tubuhnya. bagian perutnya berwarna keperakan dan tubuh bagian belakang berwarna kemerahan. Seperti pada arwana asli Indonesia, ikan ini juga memiliki sungut di ujung dagunya. 

Arwana Irian termasuk salah satu yang paling dibanyak diburu oleh para kolektor. Ikan perenang ulung ini menyukai air tawar yang jernih dan segar. Sekali bertelur, arwana irian dapat menghasilkan 60-100 butir telur berukuran besar-besar. 

Sclerophages leichardti (Spotted Baramundi/Dawson River Salmon)


Sumber : http://www.daff.qld.gov.au/28_14701.htm
Arwana ini berasal dari sungai-sungai di Australia, seperti Sungai Mary, Sungai Dawson, Sungai Burnett, dan Sungai Fitzory. Arwana ini juga di temukan di tempat yang sama dengan arwana jardini.

Ciri tubuh arwana ini berwarna perak kehijau-hijauan dihiasi bintik oranye, sehingga tanpak menyerupai kain batik. Arwana ini tergolong istimewa karena daya tahan tubuhnya yang tahan terhadap suhu panas yang mencapai 40 derajat C.  Namun kisaran suhu idealnya yaitu 26-27 derajat C. 




Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Scleropages
Emilia, SP, "Arwana si Ikan Naga", Jakarta, AgroMedia Pustaka, 2002
Apin, "memilih Anakan & Meningkatkan Kualitas Arwana", Jakarta : AgroMedia Pustaka, 2004

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini