26 December 2012

Udang Putih | Vannamei (Litopenaeus vannamei)


Udang Vannamei di sebut juga dengan udang putih yang merupakan sumber daya ikan golongan Crustacea. Udang ini merupakan spesies asli dari perairan Amerika Tengah. Resmi diperkenalkan dan dibudidayakan di Indonesia pada tahun 2000. Hal yang menggairahkan kembali pada usaha pertambakan di Indonesia pada saat ini yang sebelumnya mengalami kegagalan budidaya akibat serangan penyakit bintik putih (white spot) pada budidaya udang windu (Penaeus monodon). Penyebaranya meliputi Pantai Pasifik, Meksiko, Laut Tengah dan Selatan Amerika. Wilayah dengan suhu air secara umum berkisar di atas 20 derajat celcius sepanjang tahun dan merupakan tempat populasi udang vanname berada.


16 December 2012

Cumi cumi (Loligo sp.)


Cumi cumi  merupakan sumber daya ikan dari kelompok hewan cephalopoda besar atau jenis mollusca yang hidup di perairan laut. Nama cephalopoda dalam bahasa yunani berarti "kaki kepala" hal ini karena kakinya yang terpisah menjadi sejumlah tangan yang melingkari kepala. Cumi cumi termasuk hewan invertebrata yaitu tdak memiliki tulang pada tubuhnya (tidak bertulang belakang). Hewan ini mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk bergerak lihai karena adanya sistem yang sangat menarik. Tubuhnya yang lunak diselimuti oleh lapisan pelindung tebal yang dibawahnya air dalam jumlah besar disedot dan disemburkan oleh otot-otot yang kuat, sehingga dapat memungkinkan cumi cumi untuk bergerak mundur. Cumi-cumi jepang yang bernama todarodes pacficus, ketika berpindah tempat sejauh 1250 mil (2000 kilometer) melaju sekitar 1,3 mil/jam (2 kilomater/jam). Untuk jarak pendek ia dapat melaju hingga 7 mil/jam (11 kilometer/jam). Beberapa jenis diketahui melebihi 19 mil/jam (30 kilometer/jam).


08 December 2012

Labi-labi | Bulus


Labi-labi atau bulus, merupakan salah satu sumber daya ikan golongan reptilia. Di Indonesia, nama labi-labi bervariasi sesuai dengan daerahnya seperti kuya (Pasudan-Jawa Barat), labi (Minangkabau-Sumatera Barat), dan bidawang (Kalimantan). Secara luas masyarakat Indonesia lebih mengenalnya dengan sebutan labi-labi atau bulus. Ada pula yang menyebutnya sebagai kura-kura air tawar, karena sebagian besar hidupnya memang berada di air tawar. Hal ini yang mungkin untuk membedakannya dengan kura-kura jenis lain yang hidup di air laut dan biasa disebut penyu. Di dunia internasional, labi-labi dikenal sebagai soft shelled turtles, dikarenakan kerapas atau cangkangnya lebih lunak jika dibandingkan dengan kerapas penyu (marine turtles) yang keseluruhan hidupnya berada di air laut.