29 May 2013

Ikan Guppy (Poecilia reticulata)


Ikan Guppy adalah salah satu spesies ikan hias air tawar yang juga populer di dunia. Karena mudahnya menyesuaikan diri dan beranak pinak, di banyak tempat di indonesia ikan ini menjadi ikan liar yang memenuhi parit-parit dan selokan. Dalam perdagangan ikan hias dikenal sebagai guppy atau juga millionfish. di berbagai daerah ikan ini juga dikenal dengan berbagai nama lokal seperti gepi (Betawi), bungkreung (Sunda), cethul atau cithul (jawa), klataw (Bjn) dan lain sebagainya.

Ikan guppy juga memiliki nilai ekonomis karena variasi warna yang dimilikinya menarik dan bentuk sirip yang beragam, pemeliharaan dan pemijahan mudah dilakukan, serta tidak terlalu berpengaruh pada perubahan temperature dan kualitas air lainnya. saat ini terdapat sekitar 30 jenis ikan guppy berdasarkan pola warna dan bentuk siripnya, yang sebagian besar merupakan komoditi ekspor.

Klasifikasi Ilmiah : 

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Cyprinidotiformes
Famili : Poecilidae
Genus : Poecilia
Spesies : Poecilia reticulata

Sumber : http://www.bimbingan.org/jenis-ikan-guppy-dan-harganya.htm
Guppy merupakan anggota suku poecilidae yang berukuran kecil. Jantan dan betina dewasa mudah dibedakan dari ukuran dan bentuk tubuhnya maupun dari warnanya. Pnajang total tubuh ikan betina antara 4-6 cm, sedang kan jantannya lebih kecil, sekitar 2 -3 cm. Pada ikan jantan memiliki warna-warni yang cemerlang dan amat bervariasi, terutama pada ikan hibrida. Ikan Guppy liar warnanya lebih sederhana, jantannya tetap berwarna-warni dengan dua buah bintik hitam seperti mata di sisi baadan: yang satu dibawah sirip punggung dan yang lainnya di atas sirip dubur. Guppy liar betina bertubuh tambun dengan warna kuning kecoklatan dan susunan sisik yang membentuk pola seperti jala dan perut gendut berwarna putih.

Dalam perkembangbiakannya, ikan guppy termasuk dalam jenis Livebearers atau melahirkan anak-anaknya, dimana pembuahan telur-telurnya terjadi didalam perut induk betina. Seekor guppy betina pada setiap kelahiran mampu melahirkan antara 5 sampai 100 ekor anak-anaknya  atau biasa disebut dengan burayak. Masa kehamilan ikan ini berkisar antara 21-30 hari (rata-rata 28 hari) bergantung pada suhu airnya. Suhu air yang paling cocok untuk berbiak adalah sekitar 27 derajat celcius.


Menjelang saat-saat melahirkan didalam perut induk betina terlihat jelas bintik-bintik mata burayak yang akan dilahirkan, begitu dilahirkan dari perut induknya, burayak langsung dapat hidup sendiri berenang untuk mencari makan dan menghindar dari musuh-musuhnya, namun kadangkala sang pejantan pun menjadi musuhnya dan menjadi kanibal terhadap burayak yang baru lahir. 

Burayak-burayak ikan guppy ini apabila selamat, akan mencapai kedewasaan pada umur satu atau dua bulan saja. Itulah sebabnya ikan ini dengan segera dapat melipat gandakan jumlah anggota kelompoknya sehingga dinamai juga dengan nama sebutan ikan seribu (millionfish).

Pada guppy jantan, sirip duburnya akan mengalami perubahan saat akan kawin menjadi gonopodium yang berfungsi untuk mengeluarkan sperma yang akan masuk pada tubuh ikan betina. Pada induk guppy betina memiliki kemampuan untuk menyimpan sperma, sehingga dapat hamil berulang kali dengan hanya satu kali kawin.

Ikan guppy memiliki kemampuan untuk menyesuaikan hidup di pelbagai kondisi perairan dan dengan variasi makanan yang beragam. Berdasarkan analisi terhadap perut guppy yang hidup di Danau Buyan Bali, menunjukan bahwa ikan ini memakan zooplankton yang berada disana. Sementara guppy yang hidup di Danau Bratan dan Batur kebanyakan mengandalkan bahan-bahan organik yang berada di dasar danau. 

Sumber : guppy-bim.blogspot.com
Guppy adalah ikan asli Amerika Tengah dan Selatan, menyebar di Kep. Barbados, Trinidad dan Tobago, Guyana, Antillen Belanda, Kep. Virgin, Basilia, dan Venezuela. Melalui jalur perdgangan dan lain-lain, ikan ini telah dibawa ke berbagai tempat disemua benua di dunia kecuali Antartika dan kemudian meliar di perairan-perairan bebas.

Karena keperidiannya, guppy lekas membiak dan merambah berbagai perairan bebas. Pada tahun 1929 tercatat bahwa ikan ini dapat ditemukan semua kolam dan parit di Jawa Barat. Sekarang ikan ini telah meluas ke pelbagai tempat di nusantara.

Ikan kecil ini semula ditemukan oleh Robert John Lechmere Guppy di Trinidad pada 1866. Albert C. L. G. Gunther belakangan pada tahun itu juga menamai ikan ini dengan sebutan Girardinus guppii  untuk menghormati sang penemu. Namun ternyata ikan ini telah di deskripsi terlebih dulu dengan nama Poecilia reticulata oleh Wilhelm Peters pada 1859. Sehingga nama Girardinus guppii hanya mendapatkan status sebagai sinonim. Meski demikian nama umum gupi (guppy) bagi ikan ini telah terlanjur tenar dan digunakan dimana-mana.




Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Guppy
http://zonaikan.wordpress.com/2012/08/08/budidaya-ikan-guppy-yang-cantik/
http://riyand-lazser.blogspot.com/2012/12/ikan-guppy-poecilia-reticulata_16.html

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online


12 comments:

  1. Ini ikan kayak ikan cupang itu yaa??

    Visit yaa http://ope.web.id/

    ReplyDelete
  2. ikan gupty kayak ikan cupang ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekilas memang mirip kang, nmun dari ukuran bentuk dan sirip ny berbeda dengn ikan cupang dn guppy ini tidak doyan bertarung kayak ikan cupang,,

      Delete
  3. Ikan ini memang indah sekali sobat, saya sendiri sangat menyukainya, sungguh postingan yg sangat bermanfaat, disamping bisa menambah pengetahuan dan referensi buat saya sobat
    terima kasih banyak sudah berbagi

    ReplyDelete
  4. Ikan guppy mirip sma ikan cupang , sama2 cantik dan jadi peliharaan :-D

    ReplyDelete
  5. .. bagus n lucu banget ikan nya. he..86x ..

    ReplyDelete
  6. kalo di kampung saya namanya ikan impun kang bukan bungkreung, tp bisa jadi sih, beda2 dikit :D

    ReplyDelete
  7. kayak cupang gan, boleh dimakan gak yaa XD


    need komen > Gejala kanker : http://nokanker.blogspot.com/2013/09/gejala-gejala-umum-penyakit-kanker.html

    ReplyDelete

Tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini