06 March 2017

Ikan Nilem (Osteochilus hasselti)


Ikan NilemIkan nilem adalah ikan air tawar endemik Indonesia yang banyak hidup di sungai-sungai dan rawa-rawa. Ikan ini banyak dipelihara di daerah Jawa dan Sumatera. Bentuk tubuhnya sepintas mirip dengan ikan mas yang ternyata cukup beralasan karena nilem masuk dalam anggota suku cyprinidae. Dagingnya dikatakan memiliki cita rasa yang spesifik dan lebih gurih dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya karena daging ikan nilem mengandung sodium glutamat. Di Indonesia nilem dikenal dengan banyak nama yaitu nilem, lehat, magut, regis, milem, muntu, palung, pawas, puyau, asang, penopa, dan karper. Nilem juga telah banyak dibudidayakan untuk di konsumsi terutama di Jawa. Ikan nilem ini mempunyai sifat makan herbivora, penyebarannya diketahui juga berada di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Kambodja.

Morfologi Ikan Nilem

Klasifikasi Ilmiah : 

Kingdom : Animalia 
Filum : Chordata
Class : Pisces
Sub Class : Teleostei
Ordo : Ostariophysi
Sub Ordo : Cyprinoidae
Familia : Cyprinidae
Genus : Ostechilus
Spesies : Ostechilus hasselti C.V 
(cuvier and valenciennes)

Ikan nilem memiliki ciri tubuh yang memanjang dan pipih ke samping (compress) memiliki panjang baku 2,5 - 3,0 kali tinggi badang, mulut dapat disembulkan dengan bibir berkerut, sungutnya ada dua pasang dan permukaan sirip punggung terletak di permukaaan sirip dada.  Dari ciri warnanya, terdapat dua ikan nilem yaitu nilem yang berwarna cokelat kehitaman dan cokelat kehijauan pada punggungnya, terang dibagian perut dan ikan nilem dengan punggung merah.


Karakter ikan nilem

Nilem ini merupakan jenis ikan air tawar yang bentuknya mirip ikan mas, tawes dan karper, hanya saja perbedaannya lebih kecil, badannya memanjang dan sirip punggungnya lebih panjang. Pada kedua susut mulutnya terdapat dua pasang sungut peraba. Nilem yang dipelihara di kolam biasanya berukuran hanya sekitar 25 cm dengan berat badan lebih kurang 150 gram. Di perairan bebas, nilem dapat mencapai ukuran sekitar 32 cm.

Habitat ikan nilem di alam hidup pada perairan yang ditumbuhi pakan alami dari kelompok peryphyton seperti cyanophyceae, cholophyceae yang merupakan makanan penting invertebrata, berudu, dan ikan. Ikan nilem adalah ikan asli (endemik) Indonesia yang didapati banyak hidup di sungai dan rawa-rawa, umumnya lingkungan hidup nilem berada di air tawar dengan kisaran kandungan oksigen yang cukup yaitu 5 - 8 mg/l. Ikan nilem dapat dipelihara dengan baik di daerah tropis pada ketinggian daerah, 150 - 1000 m dari permukaan laut, tapi ketinggian optimumnya 800 m dari permukaan laut. 


pakan alami ikan
Pakan alami ikan dari jenis ganggang
sumber : google pict
Makanan ikan nilem berupa detritus dan jasad penempel peryphyton seperti ganggang air, cyanobacteria, mikroba heterotrofik, dan detritus yang melekat dan terendam pada permukaan air. Saat masih menjadi larva hingga benih, ikan nilem memakan makanan dari jenis plankton, baik fito maupun zoo atau jenis alga ber-sel satu seperti diatom dan ganggang yang termasuk ke dalam kelas cyanophyceae dan chlorophyceae yang mengandung klorofil a dan klofil b dan protein. Sedangkan ikan nilem dewasa tumbuh-tumbuhan air seperti chlorophyceae, characeae, ceratophyllaceae, polygonaceae, dll.

Dari kelompok famili cyprinidae, ikan nilem termasuk ikan yang tahan terhadap serangan penyakit, ini diduga dari kebiasaan makan ikan nilem yang didominasi dengan mengkonsumsi pakan alami dari kelompok ganggang yang tumbuh di perairan yang di sinyalir banyak mengandung antibodi.


nilem mangut
Nilem muda yang biasa di jadikan sebagai terapi ikan mangut
Google pict
Ikan nilem memiliki potensi reproduksi yang cukup tinggi. Seekor betina nilem dapat menghasilkan telur sebanyak 80.000 - 110.000 butir telur per kg bobot induk dan dapat memijah sepanjang tahun . Secara alami pemijahan ikan nilem di mulai pada awal musim penghujan dan nilem dapat mulai memijah pada umur sekitar satu tahun dengan panjang tubuhnya sudah mencapai sekitar 20 cm dan berat di atas 12- gram.

Telur ikan nilem berukuran diameter antara 0,8 - 1,2 mm, telurnya banyak mengandung kuning telur tyang mengumpul pada suatu kutub. Warna telur nilem transparan dan bersifat demersal atau terbenam di dasar perairan.





Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Nilem
http://media.unpad.ac.id/thesis/230110/2009/230110090134_2_3098.pdf
http://media.unpad.ac.id/thesis/230110/2009/230110097027_2_7940.pdf

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini