28 July 2017

Anemon Laut


Anemon laut adalah hewan dari kelas Anthozoa yang sekilas terlihat seperti tumbuhan karang. Bentuk seperti bunga yang hidup di dasar laut, sehingga juga disebut mawar laut. Mereka merupakan anggota filum Coelenterata dari kelas Anthozoa bersama dengan terumbu karang. Tubuhnya memiliki bentuk paling indah dibandingkan anggota – anggota Anthozoa yang lain. Anemon memiliki tentakel-tentakel yang mengelilingi mulutnya, melingkar sedemikian rupa sehingga menyerupai mahkota bunga. Warna-warnanya pun sungguh menarik dan indah seperti merah, biru, jingga,kuning, berbintik-bintik, atau juga bergaris-garis. Semua jenis itu berselang-seling dalam koloni sehingga membentuk satu komunitas taman laut yang indah. Anemon dapat dijumpai hidup dicelah-celah karang dan substrat berpasir. Ada lebih dari seribu sepesies yang tersebar di seluruh perairan laut di dunia. Umumnya anemon banyak dijumpai hidup pada daerah terumbu karang yang dangkal.

Anemon juga tergolong hewan invertebrata yaitu hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Perbedaan karang dan anemon dilihat dimana karang menghasilkan kerangka luar dari kalsium karbonat, sedangkan anemon tidak. Selanjutnya secara umum anemon laut adalah polip yang merupakan hewan berkantung dan mempunyai tentakel serta mulut pada salah satu ujungnya dan pada ujung lain bagian bawahnya mempunya pedal disc yang secara khusus digunakan untuk melekat pada substrat dasar perairan.



Klasifikasi Ilmiah :

Kingdom : Animalia
Filum : Cnidaria
Sub Filum : Coelenterata
Class : Anthozoa
Sub Class : Zoantharia
Ordo : Actinaria
Sub Ordo : Myantheae
Famili : - Stichodactylidae - Edwardsiidae - Galateathemidae - Bathyphelliidae - Actinosiidae

Tubuh anemone laut umumnya silinder dengan mulut yang dikelilingi tentakel – tentakel berisi udara yang berwarna – warni menyerupai mahkota bunga. Karena bentuknya yang menyerupai bunga inilah, masyarakat sering menyebutnya Mawar Laut. Tentakel yang mengelilingi mulut anemon umumnya berjumlah kelipatan enam, tersusun dua deret melingkar secara radial. Tentakel yang letaknya di tengah biasanya berukuran paling besar, dan berturut-turut semakin mengecil ke arah luar.  



Panjang tubuhnya tidak begitu besar, hanya sekitar 5-7 cm. Tubuh anemon terbagi menjadi 3 bagian utama, yaitu: bagian diskus pedal, koluma atau batang tubuh, dan diskus oral. Diskus pedal merupakan alat yang digunakan untuk menempel pada bebatuan atau pasir.

Seluruh jenis anemon bersifat menetap. Mereka hidup menempel pada bebatuan, karang, atau pasir di dasar laut. Ada beberapa spesies yang bahkan membenamkan diri di pasir hingga separuh tubuhnya. Anemon tidak memiliki fase medusa di dalam hidupnya. Artinya, mereka tidak dapat bermetamorfosis seperti ubur-ubur dan memiliki fase bebas berenang.

Anemon dapat ditemui dari area pantai hingga laut dengan kedalaman 99 meter. Anemon dapat ditemukan terutama di laut yang airnya hangat (tropis). Beberapa spesies anemon seperti Adamsia palliate hidup bersimbiosis komensalisme dengan umang-umang. Anemon ini menempel di punggung umang-umang sehingga ia bisa berpindah tempat dan mendapatkan lingkungan baru kemanapun umang-umang itu bergerak.



Setiap perpindahan pada lingkungan baru anemon dapat menjamin adanya kondisi dan makanan yang lebih baik untuknya. Hanya sedikit pergerakan yang dapat dilakukan oleh anemon dari tempatnya menempel. Pergerakan tersebut dapat dipengaruhi oleh arus air, kontraksi otot-otot tubuh, dan juga kurangnya nutrisi di lingkungan sehingga anemon harus berpindah.

Jenis anemon yang biasanya melakukan pergeseran tempat mengikuti arus air , yaitu Boloceroides murrichi. Spesies ini banyak ditemukan di perairan Teluk Mutsu Jepang. Beberapa jenis anemon juga hidup di daerah padang lamun perairan laut, tetapi jarang ditemui anemon yang tinggal di daerah terumbu karang yang populasi tutupan karangnya padat.

Anemone umumnya bersifat karnivora, mereka biasanya memangsa hewan-hewan invertebrata kecil, larva insekta, dan juga ikan-ikan kecil. Jika ada hewan-hewan kecil yang berenang di sekitarnya, mereka pasti sulit untuk meloloskan diri karena tentakel anemon, selain indah juga lengket dan beracun. Mangsa yang telah dilumpuhkan akan ditarik oleh tentakel ke arah mulut untuk dicerna. Mulut dan kerongkongan anemon dapat membuka sesuai ukuran mangsa yang ditangkap. 



Tubuh anemon mencerna makanan dalam rongga gastrovaskuler dengan bantuan enzim, kemudian diserap oleh gastrodermis. Sisa makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan melalui mulut. Jika berada dalam keadaan yang membahayakan, anemon dapat mengerutkan tubuhnya hingga menyerupai bola. Pengerutan tubuh ini juga dilakukan saat nutrisi atau makanan yang dikonsumsinya hanya sedikit.

Anemon dapat berkembang biak secara aseksual maupun seksual. Cara aseksual biasanya dengan pembentukan kuncup dan berfragmentasi. Fragmentasi dilakukan dengan jalan memutuskan bagian tubuh diskus pedal. Bagian tubuh tersebut akan terus berkembang membentuk diskus oral baru. Pembentukan kuncup dapat dilihat ari tonjolan yang terbentuk pada tubuh anemon. Tonjolan ini akan berkembang menjadi individu baru dan melepaskan diri dari induknya. Perkembangbiakan anemon secara seksual adalah dengan cara perkawinan silang. Sebagian besar anemone bersifat hermaprodit, tapi sel telur dan sperma yang dihasilkan tidak pernah matang secara bersamaan, sehingga anemon membutuhkan anemon lain untuk melakukan pembuahan.

Anemone tidak hanya organisme yang menjadi perhiasan di taman bawah laut, kelompok hewan ini juga memiliki manfaat terutama bagi makhluk-makhluk di laut dan juga manusia. Meskipun anemone merupakan binatang tingkat rendah yang bersifat karnivora, tapi anemone juga bersimbiosis komensalisme dengan beberapa jenis ikan-ikan kecil tertentu, contohnya adalah ikan badut dan 26 spesies ikan kecil lainnya seperti Amphiprion dan Premas biaculeatus. Anemone disini berfungsi sebagai rumah dan tempat berlindung ikan-ikan kecil tersebut dari serangan predator-predator besar seperti hiu, paus, dan sebangsanya.



Ada beberapa spesies ikan dan invertebrata hidup dalam hubungan simbiosis mutualisme atau komensal dengan anemon laut. Dan yang paling terkenal adalah ikan giru /nemo yang bisa disebut juga sebai ikan badut. Spesies cardinalfish tertentu (seperti banggai cardinalfish), threespot dascyllus remaja, bucchich (atau anemon) goby, greenling, berbagai kepiting (seperti Inachus phalangium, Mithraculus cinctimanus dan Neopetrolisthes), udang (seperti tertentu Alfeus, Lebbeus, Periclimenes dan Thor), opossum udang (seperti Heteromysis dan Leptomysis), dan berbagai siput laut, juga diketahui melakukan hubungan dengan anemon.

Anemon laut pada umumnya tersebar luas di perairan. Dalam referensi dutuliskan bahwa terdapat 10 jenis anemon laut yang tersebar di perairan Indonesia yang terdiri dari 5 genera yaitu Cryptodendrum, Entacmaea, Macrodactyla, Heteractis, dan Stichodactyla. Kesepuluh jenis ini adalah C. adaesivum, E. quadricolor, H.aurora, H. crispa, H. malu, H. magnifica, M. doreensis, S. gigantea, S.haddoni, dan S.mertensii. 


Ragam Jenis Anemon Laut
Google Pictures






Referensi:
http://oseanografi.lipi.go.id/dokumen/oseana_xvii(4)167-175.pdf
http://www.mongabay.co.id/2016/01/24/anemon-laut-si-cantik-yang-bisa-membahayakan/
http://pintarsains.blogspot.co.id/2013/05/klasifikasi-anemon-laut-stichodactyla.html
http://ayurachmawati29.blogspot.co.id/2013/12/mengenal-anemon-organisme-penyusun.html
http://www.biodiversitywarriors.org/beragam-jenis-anemon-laut-pada-ekosistem-terumbu-karang-sebagai-sumberdaya-potensial-di-perairan-kepulauan-spermonde-indonesia.html
Sumber Gambar : Search Google Pictures

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online


2 comments:

Partisipasi anda akan terus menambah semangat kami berbagi lebih banyak lagi :) "tinggalkan komentar"!!