Breaking

10 August 2018

Tahapan Pembenihan Dalam Kegiatan Budidaya ikan Mas



Ikan mas adalah ikan air tawar yang habitat aslinya adalah perairan dangkal dengan arus air yang tidak begitu deras, disungai, danau, rawa-rawa, waduk, dan genangan air lainnya. Ikan mas lebih suka mencari tempat yang aman (terutama ditempat yang ditumbuhi rumput). Sebelum dipijahkan/dikawinkan induk ikan mas perlu diberokan/dipuasakan terlebih dahulu dengan cara terpisah antara jantan dan betina. Pemberokan bertujuan untuk memastikan bahwa induk betina benar-benar matang gonad dan bukan buncit karena pakan. Selain itu bertujuan juga untuk mengurangi kadar lemak didalam tubuh ikan guna memperlancar pada saat telur akan dikeluarkan.

Adapun langkah-langkah dalam budidaya ikan mas hingga menghasilkan benih ikan adalah sebagai berikut : 

Persiapan Wadah dan Media 

Bak/kolam untuk pemijahan harus dibersihkan terlebih dahulu, setelah itu dikeringkan dengan cara dijemur selama 3 - 5 hari agar bakteri maupun parasit yang ada dikolam/bak tersebut mati. Setelah kolam/bak benar-benar kering maka tahapan selanjutnya adalah bak/kolam tersebut diisi air dengan ketinggian 65 cm. Oleh karena sifat telur ikan mas ini menempel (adesiv), bak/kolam harus dilengkapi dengan tempat untuk menempelkan telurnya berupa ijuk atau sabut yang tengahnya dijepit dengan dua bilah bambu lalu diikat yang disebut dengan kakaban. Kakaban tersebut diletakan 10 cm dibawah permukaan air. 

Pemijahan 

Setelah semuanya siap kemudian induk jantan dan betina yang sudah diberokan segera dimasukan kedalam bak/kolam pemijahan. Perlu diketahui, bahwa pemijahan itu ada 3 jenis, yang pertama pemijahan alami seperti yang tertulis diatas, yang kedua yaitu pemijahan semi buatan (Induced spawning), dan yang ketiga pemijan buatan (Induced breeding). Yang penulis ceritakan saat ini adalah tentang pemijahan alami dimana pemijahan ini lebih mudah dan praktis ketimbang dua jenis pemijahan tersebut. Induk-induk yang telah dimasukan kedalam bak/kolam akan melakukan pemijahan selama 8-12 jam. Setelah 8 - 12 jam induk betina akan mengeluarkan telur dan diiringi dengan pengeluaran sperma oleh induk ikan jantan. kemudian telur-telur akan menempel pada kakaban yang telah dipasang. Jika induk sudah selesai mijah yaitu dengan ditandai perut betina sudah kempes yang menandakan telur sudah keluar semua maka induk-induk tersebut harus segera dikeluarkan dari bak/kolam pemijahan agar tidak merusak telur-telur yang ada. 

Penetasan Telur 

Telur-telur yang berada didalam bak/kolam tersebut dirawat dengan cara diberi aerasi agar oksigennya tetap terjaga serta menjaga kestabilan suhu dengan kisaran 29-30 celcius. Telur ikan mas akan menetas selama 36-48 jam dengan suhu yang optimum. Setelah telur menetas dan menjadi larva, selama 3 hari tidak perlu diberikan pakan tambahan dikarenakan larva masih mempunyai makanan cadangan berupa kuning telur (Yolk sack). Larva-larva tersebut dirawat didalam bak/kolam selama 5-6 hari sebelum masa pendederan. Setelah kuning telurnya habis selama masa pemeliharaan tersebut maka larva bisa dikasi makanan tambahan berupa cacing sutra (tubifex) atau bisa juga menggunakan kuning telur ayam yang telah direbus kemudian dilarutkan didalam air dan ditebarkan ke bak tersebut. 

Pendederan 

Larva yang telah berumur 5-6 hari sudah bisa dilakukan pendederan dengan cara larva dipanen dari bak/kolam perawatan dan kemudian ditebar kekolam pendederan. Tapi sebelum itu dilakukan, terlebih dahulu harus mempersiapkan kolam pendederannya. Yaitu kolam tanah yang telah disterilkan dengan cara dijemur dibawah terik matahari selama 3 hari kemudian dilakukan pemupukan dan pengapuran untuk menumbuhkan plankton guna menjadi makanan bagi larva ikan serta diisi air dengan ketinggian 60-75 cm. Setelah semuanya selesai larva sudah bisa didederkan, tentu harus melihat kondisi yang pas untuk melakukan pendederan. Pendederan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari yaitu pada saat kondisi suhu air menurun agar larva tidak mati jika dipindahkan dari suhu yang berbeda karena larva masih rentan terhadap perubahan kualitas air. 

Panen Benih 


Larva yang sudah didederkan tersebut dirawat dengan cara diberi pakan berupa pelet yang telah dihaluskan atau pelet serbuk yaitu sesuai bukaan mulutnya. Setelah 2 minngu pemeliharaan, larva sudah menjadi benih ukuran 1-3 cm dan siap untuk dipanen dan dipasarkan.

No comments:

Post a Comment