Breaking

12 September 2018

Perlunya Pengembangan Budidaya Perikanan



Sebagai Negara kepulauan Indonesia memang memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup besar. Akan tetapi sektor perikanan budidaya harus tetap dikembangkan. Usaha budidaya perikanan diperlukan karena:
  1. Kebutuhan akan hasil perikanan sangat tinggi, baik untuk kebutuhan pangan maupun non pangan. Jika dikembangkan dengan baik budidaya perikanan bisa menjadi alternatif pemenuhan pangan masyarakat dan juga sebagai sumber penghasilan. Peningkatan jumlah penduduk tentunya juga akan meningkatakan kebutuhan akan produk perikanan terlebih lagi dengan semakin meningkatnya pemahaman masyarakat akan kelebihan dari produk perikanan bagi kesehatan.
  2. Potensi lahan Yang cukup besar yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya perikanan. Indonesia memiliki potensi perikanan budidaya yang cukup besar, baik itu budidaya perikanan darat atau budidaya perairan tawar, budidaya perairan payau maupun budidaya perikanan laut atau budidaya perairan asin. Segenap potensi yang dimiliki tersebut tentunya harus bisa dimanfaatkan secara optimal.
  3. Usaha penangkapan memiliki hambatan yang cukup besar karena penurunan stok ikan di alam juga karena adanya kenaikan biaya sebagai akibat dari naiknya harga BBM. Usaha budidaya justru memiliki kelebihan seperti; hasil panen dan komoditas yang bisa diatur, juga bisa dilakukan secara terpadu dengan kegiatan lain seperti mina padi, budidaya sistem yumina dll.
  4. Penangkapan ikan secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan akan ikan akan mengakibatkan terjadinya ”over fishing” yang berimbas pada penurunan populasi ikan, sehingga hasil tangkapan ikan akan terus berkurang. Penangkapan ikan secara terus menerus juga dihawatirkan akan mengakibatkan beberapa spesies tertentu akan mengalami kepunahan. Untuk itu pengembangan perikanan budidaya merupakan salah satu strategi yang bisa ditempuh ditempuh dalam pembangunan perikanan nasional karena perikanan budidaya dapat dijadikan sebagai andalan produksi di masa depan untuk menggantikan peran perikanan tangkap. Hal ini sesuai dengan perkembangan produksi perikanan tangkap dunia yang menurut De Silva (2000) cenderung stagnan bahkan menurun, sebaliknya perolehan dari perikanan budidaya cenderung meningkat.
Untuk mengembangkan perikanan budidaya ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, yaitu:

Faktor sumber daya alam, seperti status dan letak tanah, ketersediaan air, kemiringan dll. Budidaya perikanan tidak mungkin atau akan sangat sulit jika dilakukan di tempat yang jauh dari sumber air. Baik itu sumber air tawar untuk perikanan darat maupun sumber air asin untuk perikanan laut. 

Faktor biologi, misalnya benih ikan. Ketersediaan bibit ataupun indukan untuk menghasilkan bibit juga mesti diperhatikan. Usaha pembesaran ikan akan terganggu jika benih yang akan digunakan ketersediaannya sangat tidak menentu. Selain itu juga diperlukan pengenalan jenis jenis ikan yang ekonomis untuk dibudidayakan.

Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, misalnya teknik pembuatan pakan, penanggulangan penyakit dll.Ilmu pengetahuan dan teknologi juga memegang peranan yang sangat penting dalam budidaya perikanan. Untuk itu diperlukan kerjasama yang harmonis antara petani pembudidaya dengan lembaga penelitian di bidang perikanan dalam hal inovasi teknologi yang mampu memberikan peningkatan kualitas dan kuantitas produk budidaya perikanan yang dihasilkan. 

Faktor sosial ekonomi dan budaya, misalnya kesukaan masyarakat akan spesies ikan tertentu, dampak atau adanya perubahan lingkungan karena adanya usaha budidaya. Masyarakat di beberapa daerah yang berbeda mungkin akan memiliki selera yang berbeda terhadap jenis ikan tertentu. Untuk itu pengembangan perikanan budidaya di suatu daerah harus juga mempertimbangkan faktor tersebut agar produk perikanan budidaya yang dihasilkan dapat diterima pasar.

Diantara faktor-faktor tersebut faktor sumber daya alam merupakan faktor yang terpenting dalam menentukan apakah di suatu tempat bisa dibuka suatu usaha budidaya perikanan atau tidak. Karena bagaimanapun faktor sumber daya alam seperti ketersediaan atau kedekatan dengan sumber air akan sangat menentukan dalam melakukan pengembangan budidaya perikanan di suatu tempat.




Sumber :
De Silva, S.S. (2000). A Global Perspective of Aquaculture in The New Millenium. International Conference on Aquaculture in The Third Millenium (Book of Synopsis), 20-25 February, 2000 Bangkok, Thailand.

No comments:

Post a Comment