Crustacea

[Crustacea][btop]

Brackish Water

[Perairan payau][grids]

Mengenal Alat Tangkap Ikan Jenis Bubu



Penangkapan ikan adalah kegiatan untuk memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara apapun, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan/ atau mengawetkannya. Penangkapan ikan juga merupakan kegiatan memproduksi ikan dengan menangkap dari perairan di daratan seperti sungai, danau, waduk dan rawa serta perairan laut.


Sejalan dengan berkembangnya teknologi untuk menangkap ikan, ada satu jenis alat tangkap ikan yang sudah cukup dikenal sebagai alat tangkap yang ramah lingkungan, yaitu alat tangkap bubu. Bubu adalah semacam perangkap yang memudahkan ikan untuk memasukinya dan menyulitkan ikan utnuk keluar.

Berdasarkan kelompoknya bubu adalah alat tangkap yang bekerja secara pasif yaitu hanya ditempatkan pada suatu perairan, setelah dipasang/ditempatkan pada suatu perairan kita harus menunggu beberapa waktu sehingga ikan yang akan ditangkap masuk dan terperangkap di dalam bubu.

Bahan dasar untuk membuat bubu belakangan ini bermacam – macam mulai dari bubu berbahan dasar rotan, kawat, besi, jaring, kayu, dan pelastik. Bahan dasar tersebut dianyam dan dirangkai sedemikian rupa sehingga memiliki bentuk tabung (mirip bola rugby), balok, ataupun bentuk yang lainnya dengan satu lubang, dua lubang, atau lebih, yang berfungsi sebagai tempat masuknya ikan, dan lubang pintu yang digunakan untuk mengambil ikan yang ada di dalamnya. Prinsip kerja dari bubu adalah dengan cara menjebak pengelihatan ikan sehingga ikan akan tertangkap di dalamnya. Selain dikenal dengan nama bubu alat ini juga biasa disebut dengan nama “Fishing Pots” atau “Fishing Basket”.

Teknologi penangkapan menggunakan bubu ini banyak dilakukan di negara–negara menengah maupun negara–negara maju. Untuk sekala kecil dan menengah alat tangkap bubu banyak digunakan di perairan pantai, biasanya negara–negara yang perikanannya belum maju yang melakukan hal ini, bubu sekala kecil digunakan untuk menangkap ikan, kepiting, udang, maupun kerang–kerangan di dasar perairan yang dangkal. Sedangkan untuk negara yang perikanannya sudah maju bubu digunakan di lepas pantai yang ditujukan untuk menangkap ikan–ikan dasar, kepiting, dan udang dengan kedalaman sekitar 20 m sampai 700 m.

Bentuk dari bubu bermacam-macam yaitu bubu berbentuk lipat, sangkar (cages), silinder (cylindrical), gendang, segitiga memanjakan (kubus), atau segi banyak, bulat setengah lingkaran dan lain-lainnya. Bubu terbagi kedalam tiga bagian besar, yaitu bagian badan (body), mulut (funnel), dan pintu. Bagian badan pada bubu berupa rongga – rongga dimana ikan biasanya terperangkap. Bagian mulut pada bubu biasanya berbentuk corong, adalah sebuah lubang yang bersifat satu arah (apabila ikan masuk, maka ikan tidak dapat keluar lagi). Sedangkan bagian pintu pada bubu merupakan tempat dimana hasil tangkapan diambil.


Bubu diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yaitu :

Berdasarkan sifatnya sebagai tempat bersembunyi / berlindung :
a. Perangkap menyerupai sisir (brush trap)
b. Perangkap bentuk pipa (eel tubes)
c. Perangkap cumi-cumi berbentuk pots (octoaupuspots)

Berdasarkan sifatnya sebagai penghalang
a. Perangkap yang terdapat dinding / bendungan
b. Perangkap dengan pagar-pagar (fences)
c. Perangkap dengan jeruji (grating)
d. Ruangan yang dapat terlihat ketika ikan masuk (watched chambers)

Berdasarkan sifatnya sebagai penutup mekanis bila tersentuh
a. Perangkap kotak (box trap)
b. Perangkap dengan lengkungan batang (bend rod trap)
c. Perangkap bertegangan (torsion trap)

Berdasarkan dari bahan pembuatnya
a. Perangkap dari bahan alam (genuine tubular traps)
b. Perangkap dari alam (smooth tubular)
c. Perangkap kerangka berduri (throrrea line trap)

Berdasarkan ukuran, tiga dimensi dan dilengkapi dengan penghalang
a. Perangkap bentuk jambangan bunga (pots)
b. Perangkap bentuk kerucut (conice)
c. Perangkap berangka besi

Berdasarkan teknik pengoprasiannya bubu terbagi menjadi tiga jenis, yaitu :

Bubu Dasar (Ground Fish Pots)
Alat tangkap ini dalam operasional penangkapannya bisa tunggal (umumnya bubu berukuran besar), bisa ganda (umumnya bubu berukuran kecil atau sedang) yang dalam pengoperasiannya dirangkai dengan tali panjang yang pada jarak tertentu diikatkan bubu tersebut. Bubu dipasang di daerah perairan karang atau diantara karang – karang atau bebatuan. Bubu dilengkapi dengan pelampung yang dihubungkan dengan tali panjang. Setelah bubu diletakkan di daerah operasi, bubu ditinggalkan, untuk kemudian diambil 2 – 3 hari setelah dipasang, kadang hingga beberapa hari.

Bubu Apung (Floating Fish Pots)
Bubu apung dilengkapi pelampung dari bambu atau rakit bambu, dilabuh melalui tali panjang dan dihubungkan dengan jangkar. Panjang tali disesuaikan dengan kedalaman air, umumnya 1,5 kali dari kedalaman air.

Bubu Hanyut (Drifting Fish Pots)
Pada waktu penangkapan, bubu hanyut diatur dalam kelompok-kelompok yang kemudian dirangkaikan dengan kelompok-kelompok berikutnya sehingga jumlahnya menjadi banyak, antara 20 – 30 buah, tergantung besar kecil perahu/kapal yang akan digunakan dalam penangkapan.

Bubu Jermal
Ukuran bubu jermal, panjang 10 m, diameter mulut 6 m, besar mata pada bagian badan 3 cm dan kantong 2 cm.

Bubu Ambai
Bubu ambai termasuk perangkap pasang surut berukuran kecil, panjang keseluruhan antara 7-7,5 m. bahan jaring terbuat dari nilon (polyfilament). Jaring ambai terdiri dari empat bagian menurut besar kecilnya mata jaring, yaitu bagian muka, tengah, belakang dan kantung. Mulut jaring ada yang berbentuk bulat, ada juga yang berbentuk empat persegi berukuran 2,6 x 4,7 m. pada kanan-kiri mulut terdapat gelang, terbuat dari rotan maupun besi yang jumlahnya 2-4 buah. Gelang- gelang tersebut dimasukkan dalam banyaknya jaring ambai dan dipasang melintang memotong jurusan arus. Satu deretan ambai terdiri dari 10-22 buah yang merupakan satu unit, bahkan ada yang mencapai 60-100 buah/unit.

Bubu Apolo
Bahan jaring dibuat dari benang nilon halus yang terdiri dari bagian-bagian mulut, badan, kaki dan kantung. Panjang jaring keseluruhan mencapai 11 m. Mulut jaring berbentuk empat persegi dengan lekukan bagian kiri dan kanan. Panjang badan 3,75 m, kaki 7,25 m dan lebar 0,60 m. pada ujubg kaki terdapat mestak yang selanjutnya diikuti oleh adanya dua kantung yang panjangnya 1,60 m dan lebar 0,60 m.

Adapun cara pengoprasian bubu sebagai berikut :
  • Pada sekeliling bubu diikatkan rumput laut.
  • Bubu disusun dalam 3 kelompok yang saling berhubungan melalui tali penonda (drifting line).
  • Penyusunan kelompok (contohnya ada 20 buah bubu) : 10 buah diikatkan pada ujung tali penonda terakhir, kelompok berikutnya terdiri dari 8 buah dan selanjutnya 4 buah lalu disambung dengan tali penonda yang langsung diikat dengan perahu penangkap dan diulur kira – kira antara 60 – 150 m.
  • Waktu pengoprasian bubu adalah 3 hari 2 malam. Menurut para nelayan bubu, operasi penangkapan ikan dengan menggunakan bubu idealnya dilakukan selama 3 hari 2 malam atau maksimal 4 hari 3 malam. Apabila terlalu lama dioprasikan (lebih dari 4 hari), maka kemungkinan ikan yang tertangkap akan mengalami kematian atau luka – luka.

Daerah penangkapan yang dapat dilakukan berdasarkan jenis bubu, sebagai berikut :
  • Bubu Dasar (Ground Fish Pots). Dalam operasi penangkapan, bubu dasar biasanya dilakukan di perairan karang atau diantara karang-karang atau bebatuan.
  • Bubu Apung (Floating Fish Pots). Dalam operasi penangkapan, bubu apung dihubungkan dengan tali yang disesuaikan dengan kedalaman tali, yang biasanya dipasang pada kedalaman 1,5 kali dari kedalaman air.
  • Bubu Hanyut (Drifting Fish Pots). Dalam operasi penangkapan, bubu hanyut ini sesuai dengan namanya yaitu dengan menghanyutkan ke dalam air.
  • Bubu Jermal dan Bubu Apolo. Dalam operasi penangkapan, kedua bubu di atas diletakkan pada daerah pasang surut (tidal trap). Umumnya dioperasikan di daerah perairan Sumatera.
  • Bubu Ambai. Lokasi penangkapan bubu ambai dilakukan antara 1-2 mil dari pantai.

Hasil tangkap dari alat tangkap bubu ini berupa :
  • Bubu Dasar (Ground Fish Pots). Hasil tangkapan dengan bubu dasar umumnya terdiri dari jenis-jenis ikan, udang kualitas baik, seperti Kwe (Caranx spp), Baronang (Siganus spp), Kerapu (Epinephelus spp), Kakap ( Lutjanus spp), kakatua (Scarus spp), Ekor kuning (Caeslo spp), Ikan Kaji (Diagramma spp), Lencam (Lethrinus spp), udang penaeld, udang barong, kepiting, rajungan, dll.
  • Bubu Apung (Floating Fish Pots). Hasil tangkapan bubu apung adalah jenis-jenis ikan pelagik, seperti tembang, japuh, julung-julung, torani, kembung, selar, dll.
  • Bubu Hanyut (Drifting Fish Pots). Hasil tangkapan bubu hanyut adalah ikan torani, ikan terbang (flying fish).
  • Bubu Ambai. Hasil tangkapan bubu ambai bervariasi menurut besar kecilnya mata jaring yang digunakan. Namun, pada umumnya hasil tangkapannya adalah jenis-jenis udang.
  • Bubu Apolo. Hasil tangkapan bubu apolo sama dengan hasil tangkapan dengan menggunakan bubu ambai, yakni jenis-jenis udang.

Dalam operasi penangkapan, terdapat alat bantu penangkapan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak. Alat bantu penangkapan tersebut antara lain :
  • Umpan: Umpan diletakkan di dalam bubu yang akan dioperasikan. Umpan yang dibuat disesuaikan dengan jenis ikan ataupun udang yg menjadi tujuan penangkapan.
  • Rumpon: Pemasangan rumpon berguna dalam pengumpulan ikan.
  • Pelampung: Penggunaan pelampung membantu dalam pemasangan bubu, dengan tujuan agar memudahkan mengetahui tempat-tempat dimana bubu dipasang.
  • Perahu: Perahu digunakan sebagai alat transportasi dari darat ke laut (daerah tempat pemasangan bubu).
  • Katrol: Membantu dalam pengangkatan bubu. Biasanya penggunaan katrol pada pengoperasian bubu jermal.
Alat Tangkap ikan jenis bubu merupakan alat tangkap tradisional yang memiliki banyak keistimewaan yaitu pembuatannya yang mudah dan murah juga mudah dalam pengoprasiannya, hasil tangkapan yang diperoleh dalam keadaan segar, tidak merusak sumberdaya baik secara ekologi maupun teknik dan biasa di operasikan pada tempat-tempat yang tidak bisa menggunakan alat tangkap lain. 

Demikianlah artikel tentang mengenal alat tangkap ikan jenis bubu, semoga bermanfaat!!!



Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Bubu
https://fiqrin.wordpress.com/artikel-tentang-ikan/bubu/
https://damnloveit.blogspot.com/2016/02/alat-tangkap-bubu.html
http://www.academia.edu/23759009/JENIS_JENIS_BUBU_SEBAGAI_ALAT_TANGKAP_IKAN_DI_SUNGAI



No comments: