Breaking

08 October 2018

Parameter Kualitas Air Untuk Pemeliharaan Ikan Nila


Parameter Kualitas Air merupakan salah satu syarat dalam budidaya ikan nila agar mendapatkan hasil produksi yang maksimal, karena apabila sebagai pembudidaya tidak mengerti dan mengertahui berapa ukuran zat zat yang terkadung dalam air untuk budidaya maka di khawatirkan air tersebut akan membuat ikan yang kita pelihara menjadi kurang optimal dalam pertumbuhannya atau bahkan terserang penyakit dan mengalami kematian.



Untuk menentukan kualitas air kolam pemeliharaan ikan nila dapat memperhatikan beberapa parameter berikut :

Suhu

Suhu air ini memegang peranan yang penting karena akan mempengaruhi metabolisme dan pertumbuhan organisme dan juga berpengaruh pada jumlah pakan yang dikonsumsi organisme atau biota perairan. Suhu ini juga akan berpengaruh terhadap kadar oksigen terlarut dalam air. Untuk hidup ikan nila biasanya suhu yang optimal adalah antara 14-38°C. Pada masa pemijahan, ikan nila secara alami memijah pada suhu 22-37°C namun suhu yang baik untuk perkembang biakannya adalah pada angka 25-30°C.

pH

Kadar pH ini merupakan indikator dari tingkat keasaman pada air kolam. Kadar pH ini sangat dipengaruhi dari berbagai hal diantaranya adalah aktivitas fotosintesis, suhu, dan terdapatnya anion dan kation dalam air kolam. Kadar pH yang cocok untuk pertumbuhan ikan nila adalah berkisar antara 5 hingga 11, sedangkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya yang lebih optimal kadar pH yang paling baik adalah antara pH 7–8. Anda dapat mengukur kadar pH air kolam ini menggunakan alat yaitu pH meter.

Amonia

Amonia ini merupakan indikator dari ekskresi nitrogen dari organisme akuatik. Amonia (NH3) merupakan hasil dari bahan organik dalam bentuk sisa pakan yang membusuk di perairan, selain itu juga dapat berasal dari kotoran ikan ataupun organisme plankton dari bahan organik yang tersuspensi. Bahan – bahan organik yang banyak mengandung protein yang mengalami pembusukan akan menghasilkan ammonium (NH4+) dan NH3. Apabila proses pembusukan (nitrifikasi) tidak berjalan dengan lancar maka akan menghasilkan penumpukan NH3 yang apabila terlalu banyak juga akan membahayakan bagi ikan.

Oksigen terlarut

Kandungan oksigen terlarut ini memegang peranan penting dalam proses respirasi, proses pembakaran makanan, aktivitas berenang, pertumbuhan, reproduksi dan lain sebagainya. Oksigen terlarut ini secara alami dapat dihasilkan dari difusi oksigen yang ada pada atmosfer sekitar 35% dan juga dari aktivitas fotosintesis yang dilakukan tumbuhan air dan fitoplankton. Untuk hidup ikan nila kadar oksien terlarut yang optimal adalah lebih dari 5 mg/l.

Kekeruhan Air

Kekeruhan air yang disebabkan karena pelumpuran yang terjadi di dasar kolam khususnya kolam tanah juga akan menghambat pertumbuhan ikan. Berbeda halnya bila kekeruhan tersebut terjadi karena adanya plankton, maka air yang kaya plankton akan berwarna hijau kekuningan dan hijau kecoklatan yang disebabkan karena adanya diatom. Plankton jenis ini merupakan pakan alami yang baik untuk ikan nila, berbeda dengan plankton biru yang justru kurang baik. Namun perlu diperhatikan kalau tingkat kekeruhan karena plankton ini juga harus dikendalikan.


Demikian artikel singkat tentang parameter kualitas air untuk pemeliharaan ikan nila. Sumber utama dari budidaya-nila.blogspot.com. Semoga bermanfaat!!!

No comments:

Post a Comment