Breaking

07 October 2018

Pentingnya Manajemen Pakan Yang Baik Pada Budidaya Pembesaran Ikan Nila



Salah satu jenis ikan yang sangat banyak dibudidayakan adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Budidaya ikan nila diminati oleh pembudidaya ikan karena mudah dipelihara, laju pertumbuhan dan perkembangbiakannya cukup cepat, serta tahan terhadap gangguan hama dan penyakit. Meskipun ikan nila merupakan komoditas yang mudah dibudidayakan terdapat beberapa faktor yang dapat menghambat keberhasilan produksi ikan nila, yaitu pemberian pakan yang berkesinambungan. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan budidaya adalah pakan. Pakan merupakan biaya terbesar dalam pemeliharaan ikan, biasanya berkisar 60-75% dari total biaya produksi. 

manajmen pakan ikan nila yang pertama harus dilakukan adalah pemilihan pakan. Pakan yang dibutuhkan harus mempunyai kandungan protein yang baik dengan formula yang lengkap, mengandung bahan – bahan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ,meningkatkan produktifitas dan keuntungan. Kemudian bentuk dan ukuran pakan pelet ikan harus diperhatikan dan disesuaikan dengan kebiasaan hidup, kebiasaan makan dan ukuran bukaan mulut ikan. 

Ada dua bentuk pelet ikan yaitu serbuk dan crumble atau butiran. Sedangkan menurut penggunaannya ada dua jenis pakan yaitu pakan terapung dan pakan tenggelam. Untuk ikan nila biasanya penggunaan pelet yang efektif adalah pakan tenggelam dan ukurannya bisa diseuaikan dengan ukuran bukaan mulut ikan.

Ada dua cara dalam teknik pemberian pakan yaitu yang pertama cara adlibitum dan cara at statio. 

Cara pemberian pakan adlibitum yaitu pemberian pakan ikan sekenyangnya kemudian cara at statio yaitu pemberian pakan sesuai dengan takaran atau prosentasi pakan yang ditentukan sesuai dengan biomass ikan. Untuk budidaya ikan nila sendiri teknik pemberian pakan yag biasa dilakukan adalah dengan cara at statio ataupun sesuai takaran prosentase pakan. Pemilihan teknik ini bertujuan untuk efesiensi dan efektifitas penggunaan pakan karena terbuangnya pakan yang tidak termakan oleh ikan.

Selanjutnya dalam manajemen pakan yang harus diperhatikan yaitu waktu pemberian pakan. Pemberian pakan biasanya disesuaikan dengan kebiasaan waktu makan ikan. Ikan biasanya ada yang aktif di malam hari, di siang hari dan ada juga ikan yang aktif di siang dan malam hari. Sedangkan ikan nila adalah ikan yang aktif di siang hari. Waktu pemberian pakan ikan nila biasanya adalah tiga kali yaitu pagi, siang dan malam hari. Untuk jumlah pakan yang diberikan adalah 3 – 5 % dari biomass. Dalam pemberian pakan dengan teknik ini yang harus diperhatikan adalah jumlah kematian ikan serta sampling berat ikan. Samling berat badan ikan bisa dilakukan 1 ataupun 2 minggu sekali.

Pemberian pelet ikan bisa dikombinasikan dengan pakan dari sisa limbah dapur yang tidak terpakai, ampas tahu, pakan alami azola ataupun daun – daunan yang bisa dimakan oleh ikan nila seperti daun singkong, pepaya, sente dn sebagainya. Kombinasi pakan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah pelet yang digunakan. Selain mudah didapat harganya pun murah karena memanfaatkan bahan – bahan pakan yang ada di lingkungan sekitar.

manajemen pakan ikan nila sangatlah penting. Karena menunjang keberhasilan budidaya ikan nila baik pembenihan, pendederan maupun pembesaran. Dengan manajemen pakan, penggunaan pakan ikan nila menjadi lebih efektif dan efisien. Sehingga keunungan yang didapatkan dari budidaya ikan nila pun akan lebih besar.

No comments:

Post a Comment