Crustacea

[Crustacea][btop]

Brackish Water

[Perairan payau][grids]

Proses Terbentuknya Mutiara Pada Tiram Mutiara



Kerang mutiara merupakan hewan laut yang bertubuh lunak, tidak bertulang punggung dan dilindungi oleh dua belah keping cangkang yang tidak simetris, tebal dan sangat keras. Bentuk luar kerang mutiara tampak seperti batu karang yang tidak memiliki tanda-tanda kehidupan. Sejak Zaman dahulu, Manusia sudah dapat menyelam dikedalaman lautan dan salah satu hasil laut yang paling diminati selain ikan dan rumput, hasil laut yang lainnya adalah Mutiara. Mutiara sendiri telah dihargai sebagai barang yang sangat langka dan menjadi batu perhiasan yang prestisius. Mutiara adalah salah satu perhiasan yang paling dicari di dunia keselarasan yang sempurna dengan alam. Bahkan mutiara dulunya hanya digunakan oleh kaum bangsawan sebagai simbol kekuasaan, kekayaan dan keanggunan. Hingga sekarang, perhiasan anggota kerajaan Inggris pada acara resmi adalah mutiara. Kini mutiara masih digunakan sebagai simbol keanggunan dan kekayaan, pemakainya tidak terbatas hanya di kalangan kaum bangsawan tetapi sudah merambah sampai ke masyarakat umum.


Mutiara terbentuk dengan dua cara, yang pertama mutiara yang terbentuk secara alami, dan yang kedua terbentuk secara rekayasa atau istilahnya budidaya mutiara. pembentukan mutiara secara alami diduga karena faktor iritan atau karena masuknya benda padat kedalam mantel kerang sehingga benda padat ini akan terbungkus nacre, nacre adalah zat unik yang dimiliki kerang yang berfungsi sebagai pelindung tubuh, teori lain juga mengatakan mutiara juga terbentuk karena apabila adanya kerusakan pada bagian mantel dan cangkang kerang maka kerang akan menutup dan memperbaiki lubang tersebut dengan menggunakan zat nacre. proses ini sama dengan proses pembentukan tulang pada manusia. nacre ini lah yang disebut dengan Mother of pearls atau ibu dari mutiara.

Akibat adanya partikel pasir atau zat asing yang masuk ke dalam cangkang tiram untuk menenangkan iritasi ini, kerang mulai mendepositokan lapis demi lapis, bahan shell Lapisan ini terdiri, dari kalsium karbonat. Setelah beberapa waktu pembentukan mutiara di dalam shell selesai. Mutiara yang terbentuk bulat, putih dan bersinar. Ini disebut mutiara murni. Namun, mutiara pada dasarnya tidak hanya berwarna putih saja. Warna mereka mungkin saja hitam, putih, rose, biru pucat, kuning, hijau, dan ungu.

Mutiara terbentuk secara perlahan–lahan dan membutuhkan waktu yang lama hingga menjadi sebutir benda berharga, dimulai dari kerang yang merangkak di tanah. Mutiara terbentuk dengan dua cara, yang pertama mutiara yang terbentuk secara alami dan yang kedua terbentuk secara rekayasa atau istilahnya budidaya mutiara.

Pembentukan Mutiara Secara Alami

Mutiara terbentuk akibat adanya irritant yang masuk ke dalam mantel kerang mutiara. Fenomena adanya irritant ini sering juga ditafsirkan dengan masuknya pasir atau benda padat ke dalam mantel kemudian benda ini pada akhirnya akan terbungkus nacre sehingga jadilah mutiara. Secara teoritis, Elisabeth Strack (secara mendalam terdapat dalam buku Pearls tahun 2006) mendeskripsikan terbentuknya mutiara alami terbagi atas dua bagian besar, terbentuk akibat irritant dan masuknya partikel padat dalam mantel moluska.

Pembentukan mutiara secara alami terjadi karena faktor iritan atau karena masuknya benda–benda padat ke dalam mantel kerang sehingga benda padat ini akan terbungkus nacre, nacre merupakan zat unik yang dimiliki kerang dan berfungsi sebagai pelindung tubuh. Teori lain juga mengatakan mutiara juga terbentuk karena apabila adanya kerusakan pada bagian mantel dan cangkang kerang maka kerang akan menutup dan memperbaiki lubang tersebut dengan menggunakan zat nacre. Proses ini sama dengan proses pembentukan tulang pada manusia. Nacre ini lah yang disebut dengan Mother of pearls atau ibu dari mutiara.

Kualitas nacre (kerang) yang menentukan kualitas kilau atau sinar mutiara, yang sangat penting untuk keindahan dan nilainya. Proses pembentukan mutiara dimulai jika sebutir pasir yang memasuki tubuh seekor tiram atau kerang di dasar lautan. Karena pasir itu menimbulkan rasa sakit yang amat sangat, kerang itu berusaha mengusirnya. Ia menggunakan getah di perutnya untuk membalut pasir yang melukainya. Proses pembentukan mutiara itu bisa berlangsung bertahun-tahun sampai akhirnya terbentuklah sebuah mutiara yang cantik dan berharga.

Akibat adanya partikel pasir atau zat asing yang masuk ke dalam cangkang tiram untuk menenangkan iritasi ini, kerang mulai mendepositokan lapis demi lapis, bahan shell Lapisan ini terdiri, dari kalsium karbonat. Setelah beberapa waktu pembentukan mutiara di dalam shell selesai. Mutiara yang terbentuk bulat, putih dan bersinar. Ini disebut mutiara murni. Namun, mutiara pada dasarnya tidak hanya berwarna putih saja. Warna mereka mungkin saja hitam, putih, rose, biru pucat, kuning, hijau dan ungu.


Walaupun usaha untuk mencari mutiara secara alami masih terus dilakukan, tetapi kini Manusia telah mengembangkan beberapa teknik pembuatan mutiara secara rekayasa.

Pembentukan Mutiara Secara Budidaya atau Reakayasa

Sebuah laboratorium di Universitas Cambridge, Inggris, mampu membuat mutiara sendiri. Para ilmuwan di sana untuk pertama kalinya berhasil membuat alat mirip cangkang kerang penghasil mutiara. Mereka juga berhasil menciptakan nacre, yakni lapisan warna-warni yang ditemukan di dalam cangkang beberapa kerang dan pada lapisan luar mutiara. Nacre adalah bahan baku utama pembentukan mutiara.

Dalam budidaya mutiara, manik-manik induk mutiara atau sepotong jaringan yang nucleus dimasukkan (oleh manusia) ke moluska untuk memulai proses pembentukan mutiara. Dengan meniru cara kerja kerang, mereka mampu memproduksi bahan baku mutiara yang memiliki struktur, perilaku mekanis dan sifat optik mirip aslinya. Ada tiga cara yang ditempuh untuk memproduksi nacre sintetis.

Pertama, mereka harus mencegah supaya kalsium karbonat, komponen utama nacre. Tidak segera mengkristal saat larutan diendapkan. Caranya adalah menggunakan campuran ion dan komponen organik dalm larutan, seperti yang dilakukan kerang.

Kedua, endapan dibiarkan terserap ke permukaan alat dan membentuk lapisan dengan ketebalan tertentu. Lapisan endapan kemudian ditutupi lapisan organik yang memiliki pori-pori selebar 10 nanometer.

Ketiga, lapisan yang sudah terkristalisasi selanjutnya diinduksi. Semua langkah itu dilakukan berulang-ulang untuk menciptakan tumpukan bola kristal dan lapisan organik hingga membentuk bulatan-bulatan mutiara.

Pembentukan mutiara secara rekayasa yaitu dengan cara menyisipkan nukleus dengan sedikit irisan mantel dari kerang lain atau kerang donor dimana lembaran mantel ini disebut dengan saibo, saibo dan inti nukleus selanjutnya dimasukkan melalui irisan kecil ke dalam gonad melalui irisan dinding gonat, irisan pada dinding mantel ini bertujuan agar terjadinya biomineralisasi, yaitu penutupan dan pembentukan kantung mutiara atau pear sact, diketahui bahwa operasi ini sangat rumit, ada banyak tahapan yang harus dijalani.

Sebelum kegiatan operasi, kerang mutiara jauh hari sebelumnya sudah mengalami proses yang disebut weakening (membuat kerang mutiara menjadi lemah). Proses ini biasanya dari 2 minggu sampai sebulan tergantung jenis dari kerang mutiara. Proses ini dimaksudkan supaya kerang mutiara akan akan mengalami stress dan memasuki fase reproduksi dengan cepat sehingga apabila operasi dilaksanakan gonadnya sudah kosong. Bila gonad dalam keadaan penuh maka kegiatan operasi akan menyulitkan dan bahkan banyak mengalami kegagalan.

Pemilihan kerang untuk donor saibo harus benar-benar diperhatikan, karena saibo inilah yang nantinya akan menjadi inti dari lapisan mutiara dan dipercaya kualitas mutiara, kilauan dan warna mutiara sangat ditentukan oleh pemilihan saibo yang tepat. Mutiara hasil budidaya menggunakan prinsip terbentuknya mutiara alami dengan sebuah nucleus sebagai dasar terbentuknya mutiara.

Seorang teknisi terlatih akan menyiapkan inti mutiara yang biasanya bulat dan berasal dari cangkang kerang lain dan potongan mantel atau disebut juga saibo yang diambil dari kerang mutiara lain. Pemilihan donor ini mempertimbangkan warna dan kualitas nacre Mother of Pearl-nya (yang terdapat pada bagian sisi dalam cangkang kerang).


Mutiara memiliki bentuk beragam. Ada yang bulat, bulat telur, sampai menyerupai kancing baju. Bentuk lainnya yang tampak unik adalah mutiara yang berbentuk air mata, baroque, gotri, tiga perempat, mutiara biji, mutiara debu dan mutiara blister.
  • Baroque adalah sebutan untuk seluruh mutiara yang bentuknya tidak biasa. Gotri bentuknya hampir sama dengan baroque, bedanya kilauannya hanya sedikit.
  • Bentuk tiga perempat yaitu tiga-perempat bulan dengan satu bidang datar.
  • Mutiara biji bentuknya tidak simetris dan sangat kecil.
  • Mutiara debu terlalu kecil untuk digunakan sebagai batu permata.
  • Mutiara blister adalah bentuk mutiara yang menempel di cangkang.

Mutiara tentu saja tidak bisa ditemukan di semua kerang yang hidup di laut. Bahkan pada jaman dulu, orang harus menangkap sebanyak mungkin kerang dan membuka paksa cangkangnya satu demi satu hanya untuk menemukan satu butir mutiara.

Walaupun usaha untuk mencari mutiara secara alami masih terus dilakukan, tetapi kini Manusia telah mengembangkan beberapa teknik pembuatan mutiara secara rekayasa. teknik budidaya mutiara ini ditemukan oleh orang jepang yang bernama mikimoto. karena potensi budidaya mutiara sangat tinggi jepang tetap merahasiakan teknik tersebut sampai akhir 80-an.

Seperti yang disebutkan diatas metode pembentukan mutiara ini membutuhkan waktu yang relative lama, Setelah dua atau tiga tahun, ketika kerang diambil dari air, mutiara sudah terbentuk di dalamnya. Mutiara ini disebut mutiara buatan atau hasil budidaya. rata-rata semua mutiara yang kita lihat sekarang ini semuanya hasil budidaya yang kemudian menghasilkan mutiara dan diolah menjadi berbagai jenis perhiasan mewah dan berkelas yang banyak dikagumi para wanita disemua belahan dunia. Saat ini Jepang telah menyempurnakan teknik pembuatan mutiara buatan, hasilnya sangat indah.

Demikianlah ulasan singkat tentang proses terbentuknya mutiara pada tiram mutiara, semoga dapat bermanfaat sidikit menambah pengetahuan dan wawasan kita.




Referensi :
https://www.miamidish.net/science/memahami-proses-terbentuknya-mutiara-serta-jenisnya/
http://rini-jayanti.blogspot.com/2012/11/cara-kerang-menghasilkan-mutiara.html
http://share-all-time.blogspot.com/2014/12/proses-pembentukan-mutiara-dalam-kerang-alami-dan-buatan.html



No comments: