Crustacea

[Crustacea][btop]

Brackish Water

[Perairan payau][grids]

Ikan Sembilang (Paraplotosus albilabris)



Ikan Sembilang merupakan salah satu ikan yang hidup diperairan pesisir atau muara sungai. Ikan ini termasuk ke dalam suku (famili) plotosidae, yang merupakan kelompok ikan berkumis (siluri formes). Ciri khusus pada tubuhnya, yaitu pada bagian sirip. Sirip punggung kedua, sirip anus, dan sirip ekor ikan sembilang menyatu sehingga menyerupai ekor ikan sidat. Selain itu, sebagai saudara kembar lele, ikan sembilang juga memiliki patil. Jumlah patil yang ada pada tubuh ikan sembilang sebanyak 3 buah, yaitu di kepala bagian atas dan di samping kepala bagian belakang. Ketiga patil inilah yang mengandung racun yang cukup kuat efeknya.



Ikan sembilang merupakan jenis ikan karnivora predator yang memakan ikan-ikan lain yang berukuran lebih kecil. Selain itu, ikan sembilang memangsa hewan laut lainnya yang hidup di dasar perairan, seperti kelompok gastropoda, moluska dan krustasea. Ikan sembilang masih berkerabat dekat dengan ikan lele, dengan anatomi bentuk tubuhnya yang sangat mirip dengan ikan lele.

Klasifikasi Ilmiah :

Kingdom : Animalia 
Phylum : Chorata 
Class : Actinopterygi 
Ordo : Siluriformes 
Family : Plotosidae 
Genus : Paraplotosus 
Species : Paraplotosus albilabris

Ikan sembilang (Plotosus canius) merupakan salah satu jenis ikan di perairan estuaria, seperti pada muara-muara sungai dan laut dangkal di daerah pesisir/pantai yang dasarnya berlumpur (sampai dengan kedalaman 10 meter). Termasuk dalam familia Plotosidae, suatu kelompok ikan berkumis atau bersungut (Siluriformes). Bentuk badannya panjang tanpa sisik, mempunyai 4 pasang sungut, 4 sungut di bagian atas bibir mulutnya yang keras, dan 4 sungut lagi di bawah bibir mulut yang bergigi halus tapi tajam. Sungut (maxillary barbel) di bagian paling tepi hampir mengenai sirip dan patil di kiri dan kanan tubuhnya. Sungut digunakan sebagai alat peraba untuk merasakan kehadiran mangsanya, terutama pada waktu malam dan di air yang keruh.

Ikan sembilang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama white-eel tailed catfish yaitu ikan dari jenis catfish yang berwarna putih. Selain karena kumis yang dimilikinya, istilah eel tailed catfish didapat dari morfologi ikan sembilang yang khas berbeda dari ikan jenis lain, yaitu menyatunya sirip punggung kedua (sirip lemak), sirip ekor dan sirip anus sehingga bagian belakang ikan ini mirip sidat. Ikan sembilang juga memiliki nama ilmiah Paraplotosus albilabris dengan genus paraplotosus yang dalam bahasa Yunani, para berarti sisi dan plotos berarti berenang. 

Ikan sembilang dapat tumbuh cukup panjang hingga berukuran 134 cm. Pada punggung ikan sembilang terdapat satu sirip punggung lunak dengan total duri sirip 104 – 115. Warna spesies jenis ini sangat bervariasi, mulai dari abu-abu pucat, coklat kekuningan sampai coklat tua, hampir kehitaman, kadang-kadang ditemukan dengan bintik-bintik gelap. Umumnya, perut ikan sembilang berwarna keputihan dan ventral bagian kepala, sirip berwarna coklat sampai kehitaman atau lebih gelap dari warna tubuhnya. Sembilang dewasa hidup menyendiri atau dengan kelompok kecil. 


Jіkа sekilas diperhatikan sembilang memiliki kemiripan dеngаn ikan lele. Hаnуа ѕаја bіlа lele hidup dі air tawar, habitat ikan sembilang уаіtu laut dangkal maupun muara sungai. sembilang memiliki patil уаng berjumlah tiga buah terletak dі bagian punggung dan јugа sirip. 

Ada dua jenis sembilang yang hidup di Indonesia, yaitu sembilang karang yang belang hitam putih dan sembilang yang umum dikenal seperti ikan lele. Yang membedakandengan ikan lele, sembilang mempunyai 3 duri tajam (patil), satu di sirip punggung pertama dekat dengan kepala, dan dua di sirip dada (kiri dan kanan). Ciri khas yang membedakannya dari kelompok lainnya, adalah menyatunya sirip punggung kedua (sirip lemak), sirip ekor, dan sirip anus, sehingga bagian belakangnya tampak seperti ikan sidat (anguilliform), makanya dalam bahasa Inggris disebut sebagai ikan kumis berekor sidat (eel-tailed catfish). 

Ikan sembilang dapat mencapai panjang 134 cm, merupakan ikan predator yang memangsa ikan-ikan kecil, selain itu ikan ini juga memakan hewan-hewan yang hidup di dasar laut, yaitu hewan-hewan kelompok gastropoda, moluska dan krustasea. Dari hasil penelitian, organisme yang ditemukan dalam saluran pencernaan terdiri atas lima jenis yaitu potongan kepiting, udang, ikan, cacing, dan keong, sehingga ikan sembilang dapat digolongkan sebagai ikan karnivora. Pola pertumbuhan ikan sembilang bersifat isometrik, artinya pertumbuhan panjang seiring dengan pertumbuhan bobot. Ikan dewasa dapat hidup sendiri atau dalam kelompok kecil. 

Benih Ikan Sembilang

Distribusi hidup ikan ini berada di daerah tropis, yaitu Indo-Pasifik Barat: Indonesia Australia. Indonesia merupakan negara dengan potensi ikan sembilang yang tinggi di hampir seluruh perairan lautnya.

Terkena racun dari beberapa hewan laut bukan hanya disebabkan melalui proses pencernaan (dengan memakan ikannya), tetapi dapat juga dengan kontak seperti halnya terpatil ikan sembilang. Patil yang terdapat di bagian atas (sirip punggung) dan samping badan (sirip dada) ikan ini mengandung racun, sehingga ikan ini dikenal sebagai ikan yang berbahaya. Bila tergores atau tertusuk patil sembilang, wajah akan pucat, seluruh badan terasa panas dan susah tidur. Rasa sakit itu akan terus bertambah bila tak segera diobati. Meskipun ganas, racun ikan ini begitu unik, tidak mematikan, menempel pada tubuh korban selama sekitar 24 jam, paling parahnya bisa sampai tiga hari tiga malam. Setelah itu racun sembilang akan hilang dan korban kembali sehat seperti semula.

Racun yang dihasilkan ikan sembilang adalah racun yang heat-labile. Ini berarti racunnya akan rusak bila terkena panas. Jadi, cara yang paling jitu tentu saja dengan merendam bagian yang terkena dengan air hangat (suhunya kira-kira 45o C), maksudnya jangan terlalu panas agar kulit tidak melepuh. Lama perendaman 30 sampai 90 menit. Bila masih terasa sakit maka perendaman ini dapat diulang.

Ada pula yang mengobatinya dengan biji asam polong/asam jawa. Tidak mesti asam yang dari pohonnya, biji asam yang sudah dibuat bumbu dapur cukup memadai. Belah biji asam menjadi dua bagian. Sebaiknya di belah, bukan di potong. Artinya kita membuat biji asam menjadi dua bagian, lonjong bukannya setengah lingkaran. Kemudian bagian sebelah dalam biji asam ditempelkan pada liang/luka sengatan ikan sembilang. Sebaiknya ditempelkan sesaat setelah kita disengat ikan sembilang, bukan setelah sakitnya mulai parah, itu akan membuat proses penyembuhan jadi lambat.

Bila itu tidak mempan dan masih sakit, ya harus ke dokter untuk dapat diberi obat bius lokal. Patil ikan yang mungkin masih tertinggal harus dicari dan dikeluarkan. Dianjurkan juga untuk diberikan suntikan tetanus (luka sepele juga bisa kena tetanus). Bila luka luas, bisa diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi kulit. 

Kadar protein pada patil ikan sembilang sangat tinggi, yaitu sebesar 17%, sedangkan kadar lemak ikan sembilang sangat rendah, yaitu 2%. Ikan sembilang bermanfaat untuk Mencegah penyakit arteriosklerosis, menurunkan resiko tekanan darah tinggi, Omega 6, kalsium, sebagai antioksidan, membantu mengatasi rabun jauh, memperbaiki sirkulasi kapiler, mencegah maag, membantu mengatasi rabun dekat, membantu mengatasi glaukoma, membantu mengatasi mata kering akibat kelelahan, meningkatkan kecerdasan otak, menjaga pekembangan otak, mengatasi lemak jahat, mencegah osteoporosis, mengandung vitamin, menjaga kesehatan kulit, menutrisi rambut agar ttidak mudah rontok, memperlancar sistem pencernaan, menambah daya tahan tubuh, mengandung protein, mengandung Omega 3, mengandung vitamin D, memperkuat tulang dan gigi, mengandung vitamin A, dan menambah Stamina.

Ikan sembilang cukup digemari oleh masyarakat, selain karena rasanya yang enak dan bergizi, juga dianggap mempunyai khasiat tertentu. Ikan sembilang biasanya dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk ikan asap. Ada yang menyatakan, ikan gurami dan ikan mas memang gurih, tetapi ikan sembilang lebih gurih. Banyak cara memasak sembilang. Dengan digoreng, dibakar, atau dipepes dengan bungkus daun pisang. Kalau ingin yang berkuah, cobalah olah menjadi asam pedas ikan sembilang, sangat cocok karena tekstur dagingnya yang lembut dan durinya sedikit, membuat ikan ini nikmat untuk disantap.





Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Sembilang
http://lahsarkan.blogspot.com/2015/08/ikan-sembilang.html
http://digilib.unila.ac.id/3851/15/BAB%20II.pdf
http://penyuluhpi.blogspot.com/2018/11/ikan-sembilang.html



No comments: