Crustacea

[Crustacea][btop]

Mollusca

[Mollusca][stack]

Brackish Water

[Perairan payau][grids]

Mengenal Biota Perairan Ubur ubur Species (Aurelia aurita)



Ubur-ubur merupakan salah satu anggota terbesar dari heawan Cnidaria dan paling mencolok di daerah pelagis dan sering juga dijumpai di peraiaran pesisir. Awalnya philum Cnidaria dibagi menjadi empat kelas: Anthozoa, Hydrozoa, Scyphozoa, Cubozoa, dan Staurozoa, kebanyakan ubur-ubur yang sering ditemukan merupakan anggota dari kelas Syphozoayang berada pada fase medusa (Scyphomedusa). Kelas Scyphozoa terdiri atas tiga ordo: coronatae, Semaeostomeae dan Rhizostomeae. 


Ubur-ubur juga merupakan hewan laut yang tampak cantik namun terkadang dapat menimbulkan kerugian lewat sengatnya yang terkadang dapat menyebabkan gatal-gatal, kejang, hingga keracunan. Namun, sebagian besar ubur ubur ini memiliki lebih banyak manfaat daripada kerugiannya. Perannya sebagai konsumen primer dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, dapat melangsungkan rantai makanan dan piramida rantai makanan. Hal ini merupakan cara menjaga keseimbangan ekosistem laut dan pelestarian biota laut. Selain itu pada beberapa jenis digunakan sebagai bahan makanan olahan dan sebagai obat tradisional di beberapa negara seperti China, Taiwan, Jepang dan Thailand.

Klasifikasi Ilmiah :

Kingdom : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Scyphozoa
Ordo : Semaeostomeae
Familia : Ulmaridae
Genus : Aurelia
Spesies : Aurelia aurita

Aurelia aurita atau ubur-ubur adalah salah satu spesies dari phyllum coelenterata, yang mempunyai ciri-ciri melewati fase polip dan medusa, polip bersifat sesil atau menempel pada substrat, sedangkan medusa dapat bergerak bebas. Polip aurelia berukuran kurang lebih 5 mm, terikat pada suatu objek didasar laut. Diameter tubuh biasanya berkisar antara 7,5 cm hingga 30 cm tapi ada juga yang mencapai 60 cm. Saluran pencernaan makanan pada ubur-ubur berupa gastrovaskular. Di tengah permukaan tubuh sebelah bawah muncullah semacam kerongkongan pendek menggantung ke bawah. Bentuknya simetri radial, larva planula, memiliki cnidia, dan memiliki tentakel di sekeliling mulutnya. Bentuk tubuh scyphozoa seperti mangkuk, transparan, dan melayang-layang di laut. Hewan ini memiliki lapisan mesoglea yang tebal sebagai sumber nutrisi. Pada siklus hidupnya, bentuk tubuh medusa merupakan fase dominanaurelia Aurelia aurita diklasifikasikan masuk dalam class schypozoa, sering ditemukan dalam bentuk medusa. Aurelia aurita memiliki lapisan tubuh diploblastik



Bersifat soliter, bermetagenesis (mengalami pergiliran keturunan antara fase polip dengan fase medusa) fase medusa lebih menonjol, fase polip mengalami reproduksi atau jarang sekali ditemukan. Bentuknya seperti payung yang tidak begitu cembung, transparan, berdiameter berkisar 7,5-30 cm. Dari tengah-tengah permukaan tubuh sebelah bawah (permukaan oral atau permukaan sub umbrella) terdapat kerongkongan yang mengantung kebawah yang disebut manubrium. Diujung distal manubrium terdapat lubang mulut. Setiap sisi atau sudut mulut dilengkapi tangan mulut (4 buah). Rongga mulut bersambungan dengan manubrium dan bermuara kedalam rongga perut, yang terdiri atas sebuah rongga sentral dan 4 buah kantung gastrik. Masing-masing kantung gastrik dilengkapi tentakel internal endodermal lengkap dengan nematokistnya yang dapat digunakan untuk melumpuhkan mangsa. Dari kantung gastrik akan menjulur saluran mesoglea untuk berhubungan dengan saluran cincin yang ada dibagian tepi ubur-ubur

Ubur-ubur memiliki mulut di tengah, dikelilingi oleh empat palps dan organ seks, terdapat empat mulut pusat. ubur-ubur memiliki tentakel pinggiran tepi. Ubur-ubur berenang dengan kontrak dan otot-otot. Kontraksi otot-otot mengencangkan bagian bawah, seperti mencabut drawstrings di tas. Hal ini akan memaksa air keluar melalui bagian bawah, dan mendorong ubur-ubur ke depan. Relaksasi otot membuka untuk mempersiapkan diri untuk kontraksi lagi. Pada ubur-ubur dengan berbentuk piring ini dapat mengakibatkan gerakan dendeng, kontraksi kuat memberikan gerak kuat. Kontraksi otot-otot perifer dikendalikan oleh jaringan saraf. Tidak ada otak mengendalikan atau sistem saraf pusat untuk koordinasi bantuan.

Pada dinding delapan sensitif terhadap cahaya, dan delapan statocysts, yang membantu ubur-ubur mempertahankan diri. Juga terkait dengan ini adalah lubang chemosensory, mungkin digunakan dalam mendeteksi makanan. Organ indra terjadi dalam delapan kantong sekitar tepi bel, dan Di bawah dan sekitar mulut biasanya terdapat empat lengan lisan, pada beberapa ubur-ubur raksasa, senjata-senjata oral mungkin diperbesar sebanyak 40 meter panjang,. Ada juga renda kecil tentakel bel dari medusa. Lengan lisan dan sel-sel penyengat yang disebut cnidocysts terkenal, yang digunakan baik untuk pertahanan dan untuk melumpuhkan mangsanya

Pada masa hidupnya, bentuk tubuh medusa lebih dominan dibandingkan dengan bentuk polip. Bentuk polip hanya dijumpai pada waktu larva. Hewan ini memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh sperma secara internal di dalam tubuh individu betina. Hasil pembuahan adalah zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel. Silia dilepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda disebut scifistoma, kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga tampak seperti tumpukan piring atau strobilasi. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri menjadi medusa disebut efira. Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa

Spermatozoid keluar dari lubang mulut medusa jantan dan masuk ke dalm usus medusa betina untuk membuahi telurnya (fertilisasi internal ). Hasil pembuahannya adalah zigot.Zigot melekat pada sekeliling mulut ,dan tumbuh menjadi larva yang disebut “planula”. Planula memiliki rambut getar untuk melekat pada dasar laut ,kemudian rambut getarnya dibuang. Planula lalu tumbuh menjadi seekor polip yang bentuknya seperti terompet disebut “skifistoma” yang memiliki lempeng basalis,mulut, dan tentakel.Kemudian timbullah sekat-sekat yang disebut “strobila”. Tiap buku strobila ini akan terlepas, disebut “efira”, dan akan tumbuh menjadi ubur-ubur baru (medusa).

Aurelia aurita/ ubur - ubur, memiliki dua fase dalam hidupnya, yaitu fase seksual dalam bentuk medusa dan fase aseksual dalam bentuk polip. Medusa sebut fase seksual karena ubur – ubur (Aurelia aurita) melakukan reproduksi secara generarif (melibatkan induk jantan dan betina) pada saat menjadi ubur-ubur dewasa yang berbentuk medusa. Ubur – ubur dewasa ini membentu sel gamet (ovum dan sperma). Sperma dihasilkan oleh testis dan ovum dihasilkan oleh ovarium. Testis biasanya terbentuk di dekat tentakel, sedangkan ovarium terbentuk d dekat kaki. Sperma yang telah matang dikeluarkan di dalam air kemudian berenang hingga mencapai ovum dan menghasilkan zigot. Zigot berkembang menjadi planula dan akan melekat pada dasar lautan untuk tumbuh menjadi individu baru (skifistoma).


Polip di sebut fase aseksual karena ubur-ubur (Aurelia aurita) melakukan reproduksi secara vegetatif (melibatkan satu induk saja) pada saat menjadi skifistoma yang berbentuk polip. Reproduksi aseksual dilakukan dengan jalan membentuk kuncup yang tumbuh di dekat kaki yang semakin lama semakin besar dan membentuk tentakel. Tubuh anak hewan ini tetap melekat pada induknya hingga induk membentuk kuncup yang lain sehingga akan terbentuk koloni (strobilla). Setelah beberapa waktu, anak akan memisah dari induknya dan membentuk efira (ubur-ubur muda).

Aurelia aurita hidup di wilayah perairan dangkal dan di laut. Genus Aurelia ditemukan di hampir seluruh lautan di dunia, dari daerah tropis ke utara sejauh 70°LU dan ke selatan sejauh 40°LS. Spesies Aurelia aurita yang ditemukan disepanjang pantai Atlantik timur Eropa Utara dan pantai Atlantik barat Amerika Utara di New England dan Kanada Timur. Secara umum, Aurelia hidup di perairan pantai yang dapat ditemukan di muara sungai dan pelabuhan. Ia hidup dalam suhu air laut berkisar dari 6°C hingga 31°C, dengan suhu optimum 9°C hingga 19°C. Aurellia aurita lebih menyukai laut sedang dengan arus yang konsisten. Spesies ini telah ditemukan di perairan dengan kadar garam serendah 6 bagian per seribu.

Hubungan antara hipoksia musim panas dan distribusi ubur-ubur bulan yang menonjol selama bulan-bulan musim panas (Juli dan Agustus) di mana suhu tinggi dan kadar oksigen terlarut yang rendah. Dari tiga kondisi lingkungan yang diuji, bahwa kadar oksigen terlarut bawah memiliki efek paling signifikan pada kelimpahan ubur-ubur bulan. Kelimpahan tertinggi ubur-ubur bulan terjadi ketika konsentrasi oksigen terlarut bawah lebih rendah dari 2,0 mg L -1. Ubur-ubur bulan menunjukkan toleransi yang kuat pada kondisi oksigen terlarut yang rendah, yang mengapa populasi mereka masih relatif tinggi selama bulan-bulan musim panas. Umumnya, hipoksia menyebabkan spesies untuk bergerak dari zona tanpa oksigen, namun hal ini tidak terjadi pada ubur-ubur bulan. 

Selanjutnya, tingkat kontraksi bel yang menunjukkan aktivitas makan ubur-ubur bulan, tetap konstan meskipun konsentrasi oksigen terlarut lebih rendah dari normal. Selama bulan Juli dan Agustus teramati bahwa agregasi ubur-ubur bulan dari 250 individu yang dikonsumsi sekitar 100% dari biomassa mesozooplankton di Laut Pedalaman Seto. Predator ikan besar lainnya yang juga hadir di perairan pantai ini tampaknya tidak menunjukkan toleransi tinggi yang sama untuk konsentrasi oksigen terlarut yang rendah. Memakan dan kinerja predator ikan ini secara signifikan menurun ketika konsentrasi oksigen terlarut sangat rendah. Hal ini memungkinkan terjadinya persaingan rendah antara ubur-ubur bulan dan predator ikan lainnya atas zooplankton. Konsentrasi oksigen terlarut yang rendah di perairan pesisir seperti Teluk Tokyo di Jepang dan Laut Pedalaman Seto terbukti menguntungkan bagi ubur-ubur bulan dalam hal makanan, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup.


Aurelia aurita dan spesies Aurelia lainnya memakan plankton yang mencakup organisme seperti moluska, crustacea, larva uurochordata, rotifera, polychaeta muda, protozoa, diatom, telur, telur ikan, dan organisme kecil lainnya. Sesekali, mereka juga terlihat memakan zooplankton menggudir seperti hydromedusae dan ctenophora. Baik medusa dewasa dan larva Aurelia aurita memiliki nematosista untuk menangkap mangsa dan juga untuk melindungi diri dari predator.

Makanan ditangkap dengan nematosista pada tentakelnya, diikat dengan lendir, dibawa ke rongga gastrovaskuler, dan masuk ke rongga dengan tindakan silia. Di sana, enzim pencernaan dari sel serosa memecah makanan. Sedikit diketahui tentang persyaratan untuk vitamin dan mineral tertentu, namun karena adanya beberapa enzim pencernaan, Aurelia aurita dapat memproses karbohidrat, protein dan lipid 


Peranan Ubur-ubur bagi Manusia

Manfaat Ubur-ubur
Ubur-ubur (aurelia aurita) merupakan biota laut yang diduga memiliki kandungan asam lemak yang bagus sehingga memiliki potensi dijadikan bahan baku tetapi belum banyak dimanfaatkan diantaranya yaitu:
  • Hewan ubur-ubur yang banyak di perairan indonesia dapat dimanfaatkan untuk dibuat tepung ubur-ubur, kemudian diolah menjadi bahan kosmetik/ kecantikan
  • Di Jepangselain seabagai bahan kosmetik, ubur-ubur dimanfaatkan sebagai bahan makanan
  • Pantai dengan ubur-ubur dapat dijadikan objek wisata 

Kerugian adanya Ubur-ubur
  • Ubur-ubur mampu merusak pantai laut
  • bBila terkena sengatannya dapat menyebabkan kematian manusia dan beberapa spesies tidak menimbulkan ancaman serius. Misalnya, sengatan hasil Chiropsella bart hanya menyebabkan gatal dan nyeri ringan
  • Mampu meracuni manusia dan hewan laut lainnya.



Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Ubur-ubur
https://id.wikipedia.org/wiki/Aurelia_aurita
https://www.dosenpendidikan.com/penjelasan-daur-hidup-aurelia-aurita-dalam-biologi/
http://mybloghalimatussyadiyah10.blogspot.com/2017/11/makalah-ubur-ubur-aurelia-aurita.html



No comments: