Crustacea

[Crustacea][btop]

Mollusca

[Mollusca][stack]

Brackish Water

[Perairan payau][grids]

Tahapan Pembesaran Ikan Nila Sistem Keramba Jaring Apung (KJA)



Keramba Jaring Apung atau yang biasa disigkat dengan KJA merupakan suatu wadah budidaya yang dibatasi oleh jaring den terapung ditengah permukaan air. Biasanya di tengah KJA terdapat saung bambu/kayu beratap seng sebagai tempat memberi makan ataupun tempat tinggal karyawan. Wilayah yang menjadi lokasi penempatan KJA bisa berupa sungai, danau, waduk, dan laut.


Lokasi dan Bagian- Bagian KJA

Lokasi yang tepat untuk memasang KJA adalah perairan yang memiliki kedalaman minimal 10-20 m. Walaupun kedalaman KJA sendiri hanya sekitar 3-5 m, perairan yang dalam akan membantu sirkulasi air sehingga ikan akan merasa nyaman di KJA karena ditebar dengan kepadatan tinggi. Namun, membangun KJA tidak bisa asal membangun. Para pembudidaya harus mendapat izin dari pemerintah setempat dan tidak boleh menimbulkan dampak negatif dari usaha yang dijalankan. Setiap unit KJA biasanya terdiri atas empat petak. setiap petak memiliki dua lapis, yaitu lapis pertama dan lapis kedua. biasanya setiap satu unit KJA (empat petak) terdapat jaring yang lebih besar lagi dan dan disebut jaring kolor. KJA memiliki bebrapa bagian utama, yaitu kerangka, pelampung, jembatan (jalan), jangkar, jaring, rumah jaga, dan gudang.

Ukuran Benih dan Padat Tebar

Sebenarnya pembesaran ikan nila di KJA sangat potensial diterapkan, karena pembesaran ikan di KJA berbeda dengan pembesaran ikan di kolam. Hal ini terkait dengan ukuran benih yang akan ditebar, sebab ukuran benih yang ditebar ditentukan oleh ukuran jaring dan ukuran panen yang diinginkan. Jika ingin memperoleh hasil panen dengan bobot ikan 250-300 g/ekor, benih berukuran 50 g/ekor harus dipelihara selama 3 - 3.5 bulan dengan kepadatan bisa mencapai 300 ekor/m2 

Pemberian Pakan

Keramba jaring apung adalah wadah pemeliharaan yang menggunakan jaring sebagai pembatas ikan. jadi, pakan yang diberikan harus diperhitungkan dengan baik sehingga tidak loss pakan. Karena, pakan yang tidak termakan biasanya akan jatuh kedasar perairan. Oleh sebab itu, di jaring kolor diletakan ikan - ikan lain yang akan memakan pakan yang tidak termakan oleh ikan utama. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 4 - 5 kali/hari sebanyak 1 - 3% dari biomassa.

Pemanenan

Cara memanen ikan nila di KJA relatif paling mudah, karna hanya dengan menarik jaring kesalah satu sudut dan ikan-ikan pun akan berkumpul. Dalam waktu yang sangat singkat, ikan dengan mudah untuk ditangkap. Ikan yang sudah ditangkap lalu ditimbang dan segera dimasukan kedalam tempat pengangkutan baik berupa kantong plastik maupun blong-blong plastik yang kemudian diberi hancuran es agar ikan tidak stres dan dapat berthan hidup selama berada didalam perjalanan.

Pemasaran

Berbicara tentang pemasaran ikan nila, sebenarnya secara umum hampir serupa dengan ikan air tawar lainnya. Para pembudidaya atau pembesar menjualnya ke para pengepul/tengkulak/middleman, kemudian meneruskannya ke para pengecer dan konsumen langsung. Secara umum, sebagian besar para pelaku usaha nila masih dapat bertahan dari persaingan pasar karena menangani semua segmentasi mulai dari hulu sampai hilir. jadi, mereka membuka holding ground yang mendekati konsumen akhir dan melakukan penjualan sendiri. Tentu saja hal ini dapat memotong margin yang cukup besar tanpa harus terbuang ke tengkulak.


Referensi:
Nugroho, Estu. Nila Unggul, 1 . Jakarta : Penebar Swadaya, 2013



No comments: