Crustacea

[Crustacea][btop]

Brackish Water

[Perairan payau][grids]

Tumbuhan Paku Air Azolla Pinnata Sebagai Alternatif Pakan Alami Ikan



Azolla pinnata merupakan tumbuhan kecil yang mengapung di air, terlihat berbentuk segitiga atau segiempat. Azolla berukuran 2-4 cm x 1 cm, dengan cabang, akar rhizoma dan daun terapung. Dalam penyebutannya, azolla dikenal dengan beberapa nama yaitu Azolla (bahasa Inggris: Azolla, ferny azolla, mosquito fern; bahasa daerah: mata lele (Jawa), kayu apu dadak, dan kakarewoan (Sunda)). 


Azolla merupakan tumbuhan paku air yang daunnya mengapung di permukaan, sedangkan akarnya menggantung di bawah air. Azolla yang dalam masyarakat sering dikenal sebagai ganggeng, mata lele, atau mata air, sering ditemukan pada genangan air, selokan, kolam, persawahan, danau, atau sungai. Beberapa jenis azolla yang dikenal sampai saat ini antara lain Azolla pinnata, A. caroliniana, A. filliculoides, A. mexicana, A. microphylla dan A. nilllotica.

Klasifikasi Ilmiah :

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Pteridopsida 
Ordo: Salviniales
Famili: Azollaceae 
Genus: Azolla
Spesies: Azolla pinnata R. Br.


Daun Azolla pinnata terdiri dari 2 cuping, cuping bagian tengah sirip belakang dan sirip perut tipis tetapi berukuran agak besar. Pada bagian sirip belakang ada klorofil, kecuali pada bagian tepi atau pinggir yang transparan terisi oleh koloni Anabaena. Cuping yang berklorofil merupakan tempat berlangsungnya proses fotosintesis dan simbion yang Anabaenanya berbeda. Cuping bagian bawah tidak berwarna dan fungsinya sebagai pengapung (Lumpkin and Plucknet, Tanaman Azolla pinnata mempunyai jumlah stomata yang banyak terdapat dipermukaan daun yang tersusun secara vertical dan tiap 1 mm terdapat kira-kira 100 stomata Azolla pinnata


Tanaman Azolla pinnata mempunyai akar yang muncul pada sisi bawah batang utama yang berfungsi sebagai pengambil air dan mineral-mineral, serta nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Panjang akar bervariasi sesuai dengan varietasnya yaitu sekitar 1,5-11 cm. Akar Azolla pinnata mengantung di dalam air.

Azolla pinnata tidak mempunyai batang, tetapi berupa rimpang. Pada cabang tanaman Azolla pinnata terdapt akar-akar yang menempel yang tersusun rapi seperti rambut yang lebat tumbuh secara horisontal dipermukaan air. Batang (rimpang) utama tidak bercabang secara bergantian, setiap cabang terdapat daun yang saling menindih.

Azolla pinnata dapat berkembangbiak dengan 2 cara, yaitu secara vegetatif dan generatif (fragmentasi).Perbanyakan vegetatif terjadi dengan cara pemisahan cabang samping dari cabang utama, yang dapat membentuk tumbuhan baru.

Pada tumbuhan yang sudah tua Azolla sp dapat membentuk sporacarp (seperti kapsul), yang terletak dibawah daun. Pada umumnya terdapat sepasang sporacarp yaitu mikrosporocarp dan megasporocrap. Microsporocrap berisi 7- 100 microsporangium dan tiap microsporocrap, yang berisi microspora.Megasporocrap hanya membentuk satu megasporocrap, yang berisi megaspora.

Megaspora dan microspora berkecambah membentuk microgametofit (gametofitjantan) dan megagametofit (gametofit betina). Kemudian, gametofit jantan berkembang menjadi sel sperma yang dapat membuahi sel telur gametofit betina. Sel-sel hasil peleburan gametofit jantan dan gametofit betina tumbuh menjadi sporofit, yang berkembang menjadi tumbuhan Azolla pinnata diploid proses terjadi pertumbuhan ini di dalam air 

Azolla merupakan satu-satunya genus dari paku air mengapung suku Azollaceae. Terdapat tujuh spesies yang termasuk dalam genus ini. Suku Azollaceae sekarang dianjurkan untuk digabungkan ke dalam suku Salviniaceae.


Azolla dikenal mampu bersimbiosis dengan bakteri biru-hijau Anabaena azollae dan mengikat nitrogen langsung dari udara. Potensi ini membuat Azolla digunakan sebagai pupuk hijau baik di lahan sawah maupun lahan kering. Pada kondisi optimal Azolla akan tumbuh baik dengan laju pertumbuhan 35% tiap hari Nilai nutrisi Azolla mengandung kadar protein tinggi antara 23-30%. Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak, dan beras pecah.

Tanaman Azolla Sp. memang sudah tidak diragukan lagi konstribusinya dalam memengaruhi peningkatan tanaman padi. Hal ini telah dibuktikan dibeberpa tempat dan beberapa negara. Konstribusi terbesar azolla adalah dengan menjaga hasil panen tetap tinggi. Penggunaannya sebagai pupuk hijau pada tanaman padi masih dilakukan di China dan Vietnam, namun dengan adanya peningkatan biaya tenaga kerja, membuatnya kurang diminati.

Meskipun demikian, seiring dengan perkembangan pupuk hijau, penggunaan azolla kini lebih banyak dimanfaatkan untuk budidaya perikanan. Dengan adanya mindazbesi yang menggabungkan mina padi dengan azolla, selain menjadikannya sebagai pakan perikanan juga konstribusi dapat digunakan untuk peningkatan produksi padi.

Azolla adalah paku air mini ukuran 3-4 cm yang bersimbiosis dengan Cyanobacteria pemfiksasi N2. Simbiosis ini menyebabkan azolla mempunyai kualitas nutrisi yang baik. Azolla sudah berabad-abad digunakan di Cina dan Vietnam sebagai sumber N bagi padi sawah. Azolla tumbuh secara alami di Asia, Amerika, dan Eropa.

Kandungan protein dalam azolla mencapai 23-30% dan mengandung asam amino essensial yang lengkap sehingga baik untuk dijadikan pakan alternatif. Selain itu azolla mudah dibudidayakan dan cepat dalam pertumbuhannya. Ikan dapat mengonsumsi azolla dalam bentuk segar atau dalam bentuk tepung yang diformulasikan dengan bahan pakan lain menjadi pelet. 


Pemberian azolla sebagai pakan ikan dalam bentuk segar ke dalam kolam umumnya menggunakan azolla muda yang berumur sekitar 20 hari. Jenis-jenis ikan yang dapat diberi pakan alternatif azolla merupakan ikan-ikan herbivora seperti ikan gurami, mas, tawes, karper, nila, dan lainnya. Penggunaan azolla sebagai pakan alternatif ikan tentu dapat menekan biaya produksi. Hal tersebut karena pada umumnya biaya pakan menjadi biaya produksi terbesar dalam budidaya ikan.




Referensi :
https://ulyadays.com/morfologi-tanaman-azolla-pinnata/
https://farming.id/mengenal-azolla-sebagai-pakan-alternatif-ikan/
http://budidaya-nila.blogspot.com/2015/04/alternatif-pakan-ikan-nila-mata-lele.html
http://sholihnugroho.blogspot.com/2011/03/manfaat-tanaman-azolla-azolla-pinnata-r.html




No comments: