Mengenal Ikan Manggabai (Glossogobius giuris) Penghuni Perairan Danau Limboto



 pasang iklan


 pasang iklan

Ikan manggabai merupakan salah satu jenis ikan yang terdapat di Danau Limboto dan bukan merupakan ikan endemik Danau Limboto atau pun endemik Pulau Sulawesi. Ikan ini memiliki sebaran yang luas dari Laut Merah sampai Pulau-Pulau Samoa di Pasifik Selatan. Ikan manggabai termasuk famili Gobiidae yang memiliki bentuk tubuh memanjang, kepala datar menebal dengan rahang bagian bawah menonjol. Sirip-siripnya lebar, memiliki dua sirip punggung, dan sirip pada bagian perut menyatu. Ikan jenis ini ditemukan di perairan tawar dan estuari. Ikan ini menyenangi perairan yang keruh berlumpur,  berbatu dengan sedikit pasir. Dari sekian jenis ikan yang juga ditemukan di Danau Limboto. Ikan manggabai ini juga merupakan salah satu ikan danau limboto yang bernilai ekonomis penting dan sudah mengalami tingkat eksploitasi yang tinggi. 



Klasifikasi Ilmiah :

Phylum: Chordata
Sub phylum: Vertebrata
Kelas: Pisces
Sub kelas: Teleosteo
Ordo: Gobioidea
Family: Gobiidae
Genus: Glossogobius
Spesies: Glossogobius giuris

Morfologi Ikan Manggabai (Glossogobius giuris )
Ikan manggabai (Glossogobius giuris) merupakan ikan demersal yang memiliki bentuk tubuh yang silindris, tubuhnya ditutupi oleh sisik sikloid. Pada bagian atas tubuh terdapat warna bercak-bercak kehitaman dan padabagian tubuh bawah tidak terdapat bercak-bercak dan berwarna putih kekuningan. Sirip ekor, punggung, dan dubur merupakan sirip tunggal. Sirip ekor membulat dan berpola putih kehitaman. Terdapat dua sirip punggung yang saling berdekatan, ikan manggabai memiliki tipe mulut superior. Sirip-siripnya berwarna hijau kekuning-kuningan dan jari-jari sirip pinggung, sirip ekor dansirip dada dengan bercak hitam.

Umumnya Glossogoius giuris, ditemukan di air tawar dan muara tetapijuga masuk ke laut. Spesies ini memiliki tahap larva laut tetapi dapat dikembang biakan di air tawar. Menurut catatan dari Kaledonia spesies goby merupakan spesies asli perairan tawar, laut dan payau dari Laut Merah danAfrika Timur melalui Asia Selatan dan Samudera Hindia ke China, Australia dan pulau pulau di Samudera Pasifik sehingga disebut sebagai spesies indopasifik yang sangat luas dan kompleks.


Namun, hal ini perlu diverifikasi karena ada kemungkinan besar salah identifikasi di beberapa bagian wilayah sehingga diperlukan taksonomi lebih lanjut. Ikan manggabai (Glossogobius giuris), atau kadang kala juga disebut belosoh atau beloso, adalah sejenis ikan yang hidup di dasar sungai, estuaria, dan laut, anggota suku Gobiidae. Menyebar luas di wilayah perairan Indo-Pasifik Barat, ikan ini dapat mencapai panjang 50 cm. Di berbagai daerah, ikan ini dikenal dengan nama-nama seperti boboso (Btw.); beloso (Mly.); larodon (Teupah, Simeulue); tambal usu (Plg); bloso, boso, nyereh, puntang, lamucong (Jw.); jambudur, kojol, tonguloba (Md.); blonguran, belunguran mayang (Klm.); agori, bungi, bonto, bontini (Sulw.), dan oleh masyarakat gorontalo ikan ini dinamakan Manggabai. Dalam bahasa Inggris, ikan ini disebut tank goby, bar-eyed goby atau flat-headed goby.

Ikan ini memiliki tubuh sedang, memanjang, di wilayah Kepulauan Indo-Australia tercatat mencapai panjang 350 mm, namun ada pula catatan yang menyebut hingga 50,0 cm; dengan tubuh bagian depan bulat torak, dan bagian belakang dekat ekor memipih tegak. Tinggi tubuh antara 5-6¼ kalinya sebanding dengan panjang standar (tanpa sirip ekor). Kepala dengan moncong melancip, memipih datar; panjang kepala sekira 3-3¾ kalinya sebanding dengan panjang standar. Diameter mata 4-8 kalinya sebanding dengan panjang kepala; jarak interorbital ⅓-1 kali diameter mata, dan terdapat gigir rendah pada masing-masing sisi interorbital. Moncong mencembung dan meruncing; pada spesimen muda moncong lebih pendek dari diameter mata, pada ikan dewasa lebih panjang dari mata. Rahang bawah menonjol ke muka, dengan bibir yang tebal serta lidah dengan dua ujung.

Sisik-sisik dengan gurat sisi berjumlah 28-36 buah; sisiksisik melintang di tengah tubuh 8-14 buah; sisik-sisik melintang di tengah batang ekor 12-30 buah; sisik-sisik sebelum sirip dorsal 12-30 buah. Sirip dorsal (punggung) dalam dua berkas, berdekatan; yang sebelah muka dengan VI jari-jari keras (duri), sedangkan yang sebelah belakang dengan I jari-jari keras dan 8-9 jari-jari lunak (bercabang). Sirip anal (dubur) I, 7-8.Sirip dorsal kedua dan sirip anal dengan ujung belakang meruncing.Sirip pektoral (dada) 17-21, sama atau lebih panjang dari kepala tanpa moncong. Sirip ventral (perut) menumpul, lebih pendek daripada sirip pektoral; sirip ventral kanan dan kiri menyatu.Sirip kaudal (ekor) menumpul atau lonjong ujung belakangnya, kurang lebih sepanjang kepala.

Ciri Meristik Ikan Manggabai (Glossogobius Giuris)
Ciri-ciri dalam taksonomi yang dapat dipercaya dan meliputi apa saja pada ikan yang dapat dihitung, karena sangat mudah digunakan merupakan ciri meristik. Salah satu hal yang menjadi permasalahan adalah kesalahan penghitungan pada ikan kecil. Faktor lain yang dapat mempengaruhi ciri meristik yaitu faktror lingkungan: suhu, kandungan oksigen terlarut, salinitas, atau ketersediaan sumber makanan yang mempengaruhi pertumbuhan larva ikan. Ciri taksonomi pada ikan yang dapat dihitung antara lain sirip.

Umumnya ikan mempunyai 5 jenis sirip, yaitu :
  • Sirip punggung ( dorsal fin ), disingkat dengan D. Jika terdapat dua sirip punggung pertama yang terletak di depan disingkat sebagai D1 dan sirip punggung kedua disingkat D2.
  • Sirip ekor ( caudal fin ), disingkat sebagai C.
  • Sirip dubur (anal fin ), disingkat A atau A1.
  • Sirip perut (ventral fin atau pelvic fin ), disingkat sebagai V atau V2.
  • Sirip dada ( pectoral fin ), disingkat P atau P1
Sirip dubur, sirip punggung dan sirip ekor merupakan sirip tunggal, sedangkan sirip dada dan sirip perut termasuk sirip berpasangan. Ikan-ikan mempunyai kelima sirip ini dan merupakan ikan yang bersirip lengkap. Ikan manggabai mempunyai sirip lengkap yaitu mempunyai sirip punggung (dorsal fin), sirip ekor (caudal fin), sirip dubur (anal fin), sirip perut (ventral fin atau pelvic fin), Sirip dada (pectoral fin).

Pada beberapa ikan, sirip-siripnya mengalami modifikasi menjadi semacam alat peraba, penyalur sperma, penyalur cairan beracun, dan sebagainya. Pada ikan bertulang sejati jari-jari siripnya ada dua macam, yaitu jari-jari keras dan jari-jari lemah. Jari- jari keras bersifat keras, tidak beruas-beruas dan tidak muah dibengkokan. Jari-jari lemah bersifat agak transparan, seperti tulang rawan, beruas-ruas dan mudah dibengkokan. Bentuknya bermacam-macam tergantung pada jenis ikannya. Jari-jari lemah ada sebagian yang mengeras, pada salah satu sisinya ada yang bergerigi, bercabang-cabang atau satu dengan lainnya berdekatan.

Jari-jari keras dilambangkan dengan angka romawi, walaupun jari-jari itu pendek rudimeter. Contoh sirip punggung terdapat: 10 jari-jari keras, ditulis dengan rumus D.X kalau terdapat 7 jari-jari keras ditulis D. V11. Pada ikan manggabai terdapat 6 jari jari keras sehingga dirumuskan menjadi D.VI. Perumusan jari-jari lemah dilambangkan dengan angka biasa. Jika jenis ikan mempunyai jari-jari lemah sirip punggung berjumlah enam rumusnya adalah D.6. jari-jari lemah yang mengeras seperti yang terdapat pada ikan mas (Cyprinus carpio) harus digambarkan tersendiri. Ikan mas mempunyai sejumlah jari-jari 3 yang lemah dan mengeras, 16-22 jari-jari lemah sirip punggung. Keadaan itu digambarkan sebagai 3. 16-22. cara perumusan tersebut bisa pula untuk menggambarkan jumlah jari jari yang bersatu menjadi satu jari-jari keras. Jika pada satu sirip terdapat jari-jari keras dan jari-jari lemah, maka jumlah tiap jenis jari-jari sirip punggung terdapat 810 jari-jari keras dan 13-17 jari-jari lemah, maka rumusnya D.V111 – X.13-17. 
Jika bagian sirip punggung pertama yang berjari-jari keras nyata terpisah dengan bagian sirip punggung kedua yang berjari-jari lemah, atau dengan kata lain terdapat dua sirip punggung; maka penulisan rumusnya berbeda dengan yang terdsebut diatas. Rumusnya sebagai berikut D1.V111-X.13-17. Jari-jari lemah umunya bercabang-cabang. Pada perhitungan jumlah jari-jari sirip, biasanya yang digambarkan hanya jumlah jari-jari yang nyata terlihat. Hal ini perlu dilakukan karena cabang jari-jari tidak mudah ditentukan dan jumlahnya sering berbeda-beda. Pada waktu perhitungan jumlah jari-jari tak bercabang harus selalu diingat untuk menganggap satu jari-jari tak bercabang sebagai jari-jari bercabang; jari-jari lemah yang secara morfologis mengemas.

Jari-jari bercabang adalah semua jari-jari yang memepunyai cabang, meskipun kurang begitu jelas terlihat. Pada sirip punggung dan sirip dubur, dua jari-jari yang terakhir dihitung sebagai satu jari-jari pokok. Hal ini perlu dilakukan karena jari-jari pokok yang terakhir ini kerapkali sering terlihat sebagai dua jari-jari yang berdekatan. Cara seperti biasa dilakukan pada perhitungan jari-jari yang nyata bercabang. Sedangkan dengan jumlah jari-jari bercabang ditambah satu pada sirip punggung.

Semua jari-jari sirip berpasangan harus dihitung, termasuk pula jari-jari terkecil pada sisi yang paling bawah ataupun paling dalam pada pangkal sirip. Seringkali ini harus menggunakan lup untuk melihatnya. Seringkali pula jari-jari pertama yang agak besar dilalui sebuah jari-jari kecil yang kadang-kadang merapat kepada jari-jari besar sehingga perlu dilakukan pemisahan terlebih dahulu sebelum menghitung jarijari. Jari-jari kecil ini ikut dihitung pada perhitungan jumlah jarijari sirip dada, dan tidak dihitung pada perhitungan jumlah sirip perut. Pada beberapa ikan sirip perut bersatu menjadi satu sirip, tetapi hal ini masih dapat diketahui, karena kedua sirip asal masih dapat dilihat atau karena bersatunya kedua sirip kurang lengkap atau kelihatan simetris pada kedua bagian pembentuknya.


Untuk hal-hal semacam ini, jumlah jari-jari sirip hanya dihitung pada satu bagian sirip. Pada ikan-ikan yang bersirip perut yang kurang sempurna, kadang-kadang satu jari sirip mengeras hanya ada sebagai suatu penunjang yang terletak dibawah selaput pembungkus jari-jari lemah pertama dengan menggunakan kaca pembesar, hal ini dapat diketahui karena adanya ruas-ruas pada jari-jari itu dan struktur kembar pada keseluruhannya. Jadi, berdasarkan hasil perhitungan ciri meristik dari ikan manggabai mempunyai sirip punggung D.VI, sirip ekor C.XV, sirip dubur A.IX, sirip dada P.XVI dan sirip perut V.IX. 

Habitat dan Penyebaran Ikan Manggabai
Ikan manggabai hidup di laut dan sungai-sungai. Sebagian besar ikan manggabai hidup pada air payau atau dekat muara. Ikan Manggabai merupakan ikan demersal yang hidup di daerah bersubstrat lumpur. Ikan demersal memiliki kemampuan beradaptasi terhadap faktor kedalaman perairan yang pada umumnya tinggi dan tingkat aktifitas yang rendah dibandingkan jenis ikan pelagis, habitat utamanya dilapisan dekat dasar laut meski untuk beberapa jenis diantaranya berada di lapisan yang lebih dalam.

Ikan Manggabai tumbuh optimum di air payau dibandingkan dengan air bersih. Di Sri Lanka, substrat pasir dan lumpur lebih disukai untuk hidup dibandingkan dengan batu karang. Untuk penyamaran, ikan ini bersembunyi dibawah pasir dengan mata yang menonjol keluar dan jarang berenang bebas. Ikan yang masih muda membentuk kumpulan atau bersembunyi dekat batuan diperairan yang tenang.

Dalam akuarium ikan ini dapat hidup pada suhu 22 – 25ºC, pH 6.5–7.2, tingkat kecerahan rendah, bagian bawah akuarium bersubstrat batuan atau pasir. Penyebaran ikan Manggabai di dunia meliputi daerah Afrika, Laut Merah serta Afrika Timur dan umumnya pada pesisir dan estuari dari Afrika dan Madagaskar ke India dan selatan China. Ikan ini juga dijumpai di Perairan Afrika timur, India, Andaman, Malaysia, Thailand, China, Filipina dan Papua Nugini.Penyebaran ikan ini di Indonesia meliputi seluruh lapisan nusantara. 

Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Manggabai
Makanan dan Kebiasaan Ikan Manggabai Ikan Manggabai memakan segala pakan yang terdapat di dasar, pertengahan, dan permukaan air. Pakan alaminya mencakupi tumbuhan air, lumut, cacing, bekicot, udang, kerang, larva serangga dan organisme lainnya yang hidup di perairan. Ikan manggabai merupakan ikan yang bersifat karnivora dimana makanan utamanya adalah potongan ikan dasar, diikuti oleh cumi cumi dan teri.
  
Makanan utama ikan manggabai di perairan Danau Limboto adalah ikan-ikan kecil dan makanan pelengkapnya serangga, udang, dan gastropoda. Lebih jauh, pada lambung ikan ini ditemukan jenis ikan yang menjadi mangsanya, yakni payangka dan tawes. Selain jenis makanan tersebut, di dalam lambung juga ditemukan sisa tumbuhan berupa potongan daun dan akar tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang banyak terdapat di Danau Limboto. Panjang saluran pencernaan sekitar tiga kali panjang tubuhnya, sisa tumbuhan tersebut dianggap bukan merupakan makanan ikan manggabai tapi diduga substrat serangga dan udang yang ikut tertelan sewaktu ikan memangsa serangga dan udang. Untuk jenis serangga, Chironomus sp ditemukkan pada lambung ikan ini, sementara jenis udang yang menjadi santapan ikan ini adalah Caridina sp.
  
Lingkungan Alami Ikan Manggabai
Ikan manggabai (Glossogobius giuris) adalah salah satu jenis ikan endemik Danau Limboto, bernilai ekonomis, dijual dengan harga yang relatif mahal, rasanya enak dan mengandung nilai gizi tinggi sehingga sangat digemari masyarakat. Permintaan pasar terhadap ikan Manggabai (G. giuris) akhir akhir ini mengalami peningkatan, akan tetapi permintaan tersebut sulit terpenuhi, diakibatkan oleh keberadaan ikan manggabai mulai berkurang dengan adanya hasil tangkapan yang menurun. 
  
Populasi ikan manggabai (G. giuris) semakin menurun dari tahun ketahun, hal ini sesuai dengan data yang diperoleh dari Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Gorontalo 3 tahun sebelumnya yaitu pada tahun pada tahun 2005 tangkapan mencapai 84,70 ton/tahun, pada tahun 2007 mencapai 19 ton/tahun, dan pada tahun 2008 sangat mengalami penurunan yakni 13,6 ton/tahun. Salah satu penyebab menurunnya hasil tangkapan ikan manggabai adalah kondisi kualitas ekosistem perairan Danau Limboto terus mengalami penurunan. Masalah utama yang dihadapi adalah pendangkalan dan penyusutan luasan danau.
  
Di tahun 1932, Danau Limboto memiliki kedalaman rata rata 30 meter dengan cakupan areanya 7.000 Ha. Namun ukuran kedalaman dan luas Danau ini mengalami penurunan ke 10 meter dengan luas 4.250 Ha pada tahun 1961. Penurunan ini terus meningkat secara secara berangsur-angsur, hingga pada tahun 1990 – 2004, kondisi Dana Limboto sangat memprihatinkan dengan meyisakan rata-rata kedalaman 2,5 meter dan luas 3.000 Ha. erosi dan sedimentasi sebagai hasil kegiatan-kegiatan pertanian yang kurang ramah lingkungan, dan kegiatan illegal logging di area-area penghulu sungai (tangkapan air) khususnya pada DAS Limboto merupakan faktor-faktor yang memicu penurunan luas dan kedalaman Danau tersebut. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan populasi ikan-ikan endemic termasuk ikan Manggabai (G. giuris) terus mengalami penurunan dan yang jika dibiarkan dapat menyebabkan kepunahan. Kerusakan habitat danau dan menurunya populasi serta hasil tangkapan ikan manggabai menyebabkan domestikasi ikan harus segera dilakukan untuk tetap meningkatkan produksi agar keberadaan ikan tersebut dapat dipertahankan dan dilestarikan.

Domestikasi pada species ikan merupakan kegitan menjadikan spesies liar (wild species) menjadi spesies akuakultur. Lebih jauh, usaha Domestikasi ikan atau akuakultur secara keseluruhan berperan dalam peningkatan produksi ikan. Domestikasi merupakan usaha yang dilakukan pada hewan, termasuk ikan yang biasa hidup liar (tidak terkontrol), untuk menjaga kelestariannya agar tetap hidup dan mengembangbiakkan dengan upaya yang terkontrol. Pemilihan lokasi yang tepat menjadi salah satu syarat keberhasilan budidaya ikan manggabai. Oleh karena itu perlu dilakukan pengkajian dan penelitian tentang aspek lingkungan dan kualitas air sebagai langkah awal untuk proses domestikasi ikan manggabai.

Demikian pembahasan singkat tentang mengenal ikan manggabai (Glossogobius giuris) ikan endemik Danau Limboto. Dimuat berdasarkan sumber ebook dari juliana, Yuniarti Konio & Arafik Lamadi, judul "Domestikasi dan Aplikasi Terhadap Ikan Manggabai" Gorontalo, 2018. Sumber gambar dari search google picture "ikan manggabai, klasifikasi dan morfologi ikan manggabai". Sekian semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita!! Terimakasih.



 pasang iklan


No comments: