Sekilas Tentang Budidaya Ikan Hias Neon Tetra (Paracheirodon inessi)



 pasang iklan


 pasang iklan

Ikan neon tetra merupakan ikan asli Amerika Latin dimana penyebarannya meliputi seluruh system irigasi sungai Amazon, Brazil. Ikan ini merupakan salah satu komoditas ekspor yang banyak diminta oleh eksportir. Selain itu budidaya ikan ini tergolong cepat, mulai dari tahap penetasan sampai dengan siap jual. Biasanya petani menggunakan akuarium untuk membudidayakan ikan ini mulai dari skala kecil hingga skala menengah. Ikan ini termasuk jenis omnivora dimana pakannya dapat berupa pakan alami seperti Daphnia, cacing tubifeks atau pakan buatan. 

 

Persiapan Sarana dan Prasarana Pembenihan
Untuk melaksanakan usaha pembenihan ikan Neon Tetra mutlak dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. Dibawah ini adalah sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pembenihan ikan neon tetra :
  • Bangunan hatchery, yang digunakan untuk pembenihan ikan Neon Tetra agar terkontrol.
  • Sumber air ; air yang digunakan untuk pembenihan dapat berasal dari air sumur maupun PDAM dengan peryaratan air mengandung ph < 6,4 oksigen terlarut 6-8 ppm dan nilai dH 4.
  • Pompa air ; digunakan untuk mendistribusikan air.
  • Blower ; digunakan untuk menyuplai kebutuhan oksigen terlarut dalam akuarium yang dipasang secara paralel.
  • Bak penampungan permanen ; dugunakan sebagai wadah penampungan air untuk menetralkan air yang berasal dari sumbernya sehingga kualitasnya sesuai untuk media hidup ikan.
  • Instalasi listrik ; digunakan untuk mengoperasikan pompa, blower, serta penerangan.
  • Freezer ; sebagai penyimpan pakan pakan beku (cacing darah dan daphnia) agar tetap awet.
  • Akuarium ; digunkan sebagai media pemeliharaan induk, penetasan telur dan pemeliharaan larva. Ukuran akuarium sangat berfariasi, namun ukuran yang umum dipakai adalah 100 cm x 40 cm atau 90 cm x 40 cm x 35 cm. ketebalan akuarium sekitar 5 mm. Untuk pemijahan dan penetasan telur ikan tetra, ukuran akuariumnya cukup 20 cm x 20 cm x 20 cm atau 20 cm x 20 cm x 25 cm dengan ketebalan kaca 3 mm.
  • Peralatan Perikanan Penunjang
    • Seser :Untuk larva ikan atau makhluk renik lainnya mata jaringnya harus halus. Konstruksinya disesuaikan dengan ukuran, bentuk dan tempat hidupnya ikan hias.
    • Selang : Untuk mengeringkan atau mengisi air akuarium. Sebagai penyalur oksigen dari blower.
    • Alat Pembersih akuarium : Pisau pembersih kaca (guillet, dll), batu magnit pembersih kaca, sponge atau lap
    • Filter dengan pompa air : Berfungsi sebagai pembersih air secara mekanis
    • Thermometer : sebagai pengukur suhu
    • Heater dan Thermostat : Berfungsi sebagai pemanas dan pengatur panas air dalam akuarium
    • pH meter : fungsinya seperti pengatur kadar garam hanya yang diukur adalah banyaknya kadar ion H dan OH (Hidroksil), dengan mengetahui pH dapat diatur dengan menambah basa atau asam sesuai dengan pH yang tepat untuk ikan
    • Lampu listrik : Berfungsi sebagai penerangan ditempat gelap, berfungsi sebagai pemanas air.
  • Pakan
  • Obat-obatan
  • Tenaga kerja, dan lain-lain. 
Seleksi Induk 
Ikan Neon Tetra dapat dijadikan induk setelah umurnya mencapai 6-7 bulan dengan ukuran panjang ± 3 cm. Untuk mencapai hasil yang optimal, induk harus dipelihara dengan baik, antara lain dengan pemberian pakan yang baik seperti jentik nyamuk, cacing tubifex, atau chironomous dengan frekuensi pemberian dua kali sehari (pagi dan sore) karena jenis-jenis pakan tersebut memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga akan mempercepat perkembangan gonad.

  

Ikan jantan yang sudah dewasa badanya lebih ramping dengan garis lurus di kedua sisi badan seperti lampu neon. Sebaliknya induk betina badanya pendek bulat, bentuk garis neonnya bengkok, dan perutnya agak buncit.
   
Proses Pemijahan
Cara memijahkan ikan jenis ini memerlukan ketekunan serta pengalaman yang lama. Adapun untuk memijahkan ikan ini di perlukan syarat-syarat tertentu antara lain:
  • Air harus steril dan bersifat asam (pH lebih kecil dari 6,4)
  • Senang pada tempat yang gelap.
  • Suhu sekitar 20 derajat C 
Untuk memijahkan ikan ini diperlukan beberapa tahapan sebagai berikut:
  • Pisahkan induk-induk neon tetra.
  • Air hujan ditampung dan didiamkan sampai + 2 minggu.
  • Tempat yang dipergunakan untuk membiakkan, ikan tersebut dibersihkan terlebih dahulu dan dicuci dengan tawas.
  • Masukkan air hujan tersebut kedalam tempat pemijahan.
  • Tetesi dengan air rendaman kayu asam.
  • Didiamkan 2 ~ 3 hari.
  • Masukan penempel telur kemudian induk lepaskan sebanyak 3 ekor pada setiap akuarium yang terdiri dari seekor jantan dan 2 ekor betina, lalu tutup kembalai bagian atas akuarium. 

Pemijahan dilakukan di akuarium berukuran 20 x 20 x 20 cm dengan ketinggian air ±30 cm. Karena suasana yang diinginkannya gelap, maka sisi bagian akuarium harus di cat hitam atau dibungkus kertas karbon setiap kali akan memijahkan. Akuarium dilengkapi dengan aerator untuk menyuplai oksigen. Ikan neon tetra akan menempelkan telurnya pada substrat yang halus, misalnya hydrilla dalam akuarium pemijahan. Karena ikan Neon Tetra cenderung menyukai suasana yang gelap dan tenang, maka pada dinding akuarium dapat ditempelkan kertas atau plastik yang berwarna gelap. Segera setelah pemijahan selesai, induk ditangkap dan dipindahkan ke tempat pemeliharaan semula. Sewaktu pemindahan induk dari tempat pemijahan, jaga telur jangan sampai terkena sinar atau cahaya secara langsung. Tutplah kembali akuarium rapat-rapat selama 24 jam. Jika diyakini telur sudah menetas selubung dan tutup akuarium dibuka secara bertahap. Setelah berusia 3-4 hari, larva diberi pakan infusoria atau rotifer. Jumlah telur yang dihasilkan setiap induk berkisar antara 800-1.200 butir.   

Penetasan Telur  
Setelah proses pemijahan selesai maka sebaiknya induk yang telah memijah diangkat dan dipindahkan ke tempat pemeliharaan induk. Pada air media penetasan sebaiknya ditambahkan obat anti jamur, antara lain methyline blue dengan dosis 1 ppm. Peletakan akuarium pada tempat yang gelap. Untuk menjaga kestabilan suhu, maka pada media penetasan telur tersebut digunakan water heater yang dipasang pada suhu 22-24 0C. Setelah 24 jam, telur akan menetas dengan derajat penetasan telur (hatching rate) berkisar 70-90%. Larva akan bergerak-gerak, sebagian kecil ada yang lepas dari substrat dan jatuh ke dasar akuarium dan sebagian lagi menggantung pada substrat.   

Pemeliharaan Larva  
Larva dalam akuarium pemijahan tidak boleh dibiarkan terlalu lama, meskipun diberi pakan. Kapasitas ukuran akuarium yang terlalu kecil tidak mampu membesarkan benih secara normal dan sempurna. Oleh karena itu, benih selanjutnya dipindahkan ke akuarium yang lebih besar misalnya 80 x 40 x 40 cm atau 100 x 50 x 40 cm. 

Benih dipindahkan setelah 6 hari dilepaskan kedalam akuarium pendederan pagi atau sore hari dengan menyertakan sebagian air lama. Pakan yang lebih cocok adalah rotifer, infusorea, nauplia artemia, kutu air sari, dan kemudian cacing sutra yang diberikan 3 kali sehari.  

 

Penyakit dan Penanggulangannya  
Penyakit ini diketahui khusus menyerang ikan neon tetra dan beberapa spesies terkait lainnya. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa ikan lain imune terhadapnya. Beberapa jenis cichlid seperti manvis, dan cyprinid seperti Rasbora dan Barb, dilaporkan menjadi korban pula dari penyakit ini. 

a. Gejala
Warna ikan memucat dan disertai dengan hilangnya garis merah. Pada infeksi ringan bisa tidak menunjukkan gejala apa-apa. Sedangkan pada gejala menengah sampai parah, selain warna memucat dan kehilangan warna merah, juga sering disertai dengan timbulnya bercak-bercak putih dibawah kulit. Munculnya bercak putih menunjukkan terjadinya kerusakan pada jaringan otot ikan. Disamping gejala tersebut diatas ikan yang terinfeksi dapat pula menunjukkan gejala malas/lesu, kesulitan berenang, dan kehilangan berat badan (kurus).

b. Penyebab
Disebabkan oleh parasit Pleistophora hyphessobryconis. Penyebaran penyakit pada umumnya terjadi melalui spora yang terbawa oleh pakan, atau melalui bagian ikan terinfeksi yang mati dan dimakan oleh ikan yang bersangkutan. Infeksi dapat pula dipicu oleh kondisi kualitas air yang memburuk atau tidak sesuai dengan kebutuhan neon tetra. Oleh karena itu, sebelum melakukan perlakuan apapun terhadap penyakit ini, pastikan terlebih dahulu bahwa kondisi air akuariumnya sudah ideal untuk kehidupan ikan neon tetra. Setelah berada dalam usus ikan, parasit akan masuk kedalam jaringan tubuh dan menggandakan diri disana kemudian menyebar. Jaringan yang mengandung parasit akan mati, warnanya mejadi pucat kemudian berubah berwarna putih. 

c. Pencegahan dan Perawatan
Belum ada obat-obatan yang diketahui efektif untuk mengatasi infeksi Pleistphora. Meskipun demikian tidak ada salahnya mencoba obat-obatan yang ditawarkan di toko akuarium yang disiapkan untuk panyakit tersebut. Percobaan pengobatan dengan menggunakan methyline blue diketahui cukup menjanjikan. Pencegahan tampaknya merupakan hal yang sangat dianjurkan untuk menghidar dari infeksi penyakit. Untuk itu jagalah supaya kualitas air tetap optimum dan parameternya sesuai bagi kebutuhan hidup neon tetra. Spora pleisthopora dapat bertahan hingga beberapa bulan dalam akuarium, sehingga usaha untuk menghilangkan penyakit ikan neon tetra ini secara tuntas relatif sulit dilakukan. 

Demikian ulasan singkat mengenai sekials tentang budidaya ikan hias neon tetra (Paracheirodon inessi). Dimuat dari sumber utama "http://syamsulhadi42.blogspot.com/2014/12/pembenihan-ikan-neon-tetra_20.html". Gambar berdasarkan sumber pencarian google dengan keyword "ikan neon tetra, ikan hias neon tetra, budidaya ikan neon tera, metode pemijahan ikan neon tetra, dan pembenihan ikan neon tetra". Semoga bermanfaat manambah pengentahuan kita!! terimakasih.



 pasang iklan


No comments: