Sekilas Tentang Budidaya Pembesaran Ikan Lele Sistem Bioflok



 pasang iklan


 pasang iklan

Meskipun lele termasuk dalam golongan ikan yang tahan terhadap segala jenis air, pembudidayaan yang dilakukan tanpa perlakukan khusus sudah dapat dipastikan tidak akan memberikan hasil maksimal. Untuk itu, segala cara dilakukan demi peningkatan produksi. Salah satunya, budidaya lele dengan menggunakan sistem bioflok.


Sistem bioflok merupakan metode budidaya ikan lele yang sudah cukup moderen, teknologi ini sekarang sudah banyak dipakai oleh para pembudidaya ikan lele walaupun tingkatnya masih sangat kecil, kebanyakan pembudidaya sekarang ini masih menggunakan metode tradisional sehingga hasilnya pun kurang maksimal yang seharusnya bisa dimaksimalkan lagi sedangkan jika pembudidaya ikan lele jika menerapkan sistem bioflok akan mampu mengurangi biaya produksi, terutama dalam segi pakan, karena di pakan inilah biaya yang paling besar. Dengan sistem bioflok ini peternak akan lebih ringan untuk pakannya dan hasilnya pun lebih maksimal.


Sistem bioflok ini dinilai efektif dan mampu mendongkrak produktivitas. Ini karena dalam kolam yang sempit dapat diproduksi lele yang lebih banyak. Dengan begitu, biaya produksi berkurang dan waktu yang diperlukan relatif lebih singkat jika dibandingkan dengan budidaya secara konvensional.

Sistem bioflok memilki keistimewaan dibandingkan pembudidayaan dengan cara konvensional antara lain; budidaya system bioflok dapat diterapkan dilahan yang terbatas, waktu budidaya relative singkat, modal relatif rendah, ramah lingkungan serta hemat penggunaaan air dan pakan. Selain itu, budidaya sistem bioflok tidak berbau dan sangat baik untuk pupuk tanaman. Hal itu terjadi karena adanya mikroorganisme seperti bakteri Bacillus sp yang mampu mengurai limbah budidaya dan terbukti meningkatkan produktifitas hasil panen lele 2 kali lipat.

Metode Budidaya Pembesaran Ikan Lele Sistem Bioflok

Pembuatan Kolam
Untuk pembuatan kolam ini diperlukan lahan yang yang siap untuk dibuatkan kolam, untuk besarnya per kolam antara 2-3 meter, tergantung dari kebutuhan. Dan untuk menjaga kestabilan dan kualitas air diperlukan payung atau atap agar cahaya matahari dan hujan tidak langsung masuk karena matahari dan air hujan langsung akan mempengaruhi kualitas air dan merusak dari segi PH dan mikro-organisme yang hidup di dalam kolam.

Untuk menghemat biaya, kolam dapat dibuat dengan terpal yang diperkuat dengan tulang/rangka dari bambu atau besi. Ukuran kolam ikan lele dapat disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Jika untuk tujuan usaha dan disertai modal yang cukup, dapat dibuat kolam yang lebih besar dengan kapasitas produksi yang lebih besar pula. 



Sebagai patokan, ukuran luas yang ideal, yaitu untuk 1 m3 dapat menampung ikan lele hingga 1.000 ekor. Lain halnya dengan sistem budidaya secara konvensional yang hanya mampu menampung 100 ekor untuk setiap 1 m3. Kolam ikan harus diberi atap untuk menghindari terik matahari langsung dan air hujan. Sinar matahari dan air hujan perlu dihindari karena dapat memengaruhi mutu air kolam menjadi tidak layak. Peralatan lain yang perlu dipersiapkan adalah mesin aerator, yaitu alat untuk meniupkan udara ke dalam air kolam.

Persiapan Air untuk Pembesaran Lele

Jika pembuatan kolam sudah selesai semua, tahap berikutnya adalah menyiapkan air untuk pembesaran benih lele. Hari pertama, isilah kolam dengan air setinggi 80–100 cm. Kemudian pada hari ke-2 masukkan probiotik (bakteri pathogen) 5 ml/m3yang dapat dibeli di toko terdekat, contohnya POC BMW atau merek lainnya. Hari ke-3 masukkan prebiotik (pakan bakteri), yaitu molase (tetes tebu) 250 ml/m3. Malam harinya, tambahkan dolomite 150–200 gram/m3 (diambil airnya saja). Selanjutnya, diamkan air media selama 7–10 hari, agar mikroorganisme dapat tumbuh dengan baik.

Penebaran Bibit / Benih Ikan Lele
Setelah media air sudah disiapkan sedemikian rupa, barulah dimemasukkan benih ikan lele ke dalam kolam. Ciri dari benih yang sehat dan bagus adalah tentunya dari indukan yang unggul (dari satu induk yang sama). Benih yang baik didapat dari indukan yang unggul karena sifatnya akan menurun dari sang indukan. Adapun sifat benih yang bagus adalah memiliki sifat yang gesit/aktif, ukuran benih seragam, warna seragam, organ tubuh yang lengkap serta memiliki panjang tubuh 4 –7 cm. Setelah benih yang berkualitas tersebar dengan baik ke-esokan harinya barulah tambahkan probiotik lagi 5 ml/m3. Perawatan benih ikan lele berikutnya adalah setiap 10 hari sekali berikanlah:

  • Probiotik 5 ml/m3
  • Ragi tempe 1 sendok makan/m3
  • Ragi tape 2 butir/m3
  • Malam harinya tambahkan dolomite 200–300 gr/m3dapat diambil airnya saja
Setelah benih lele mencapai ukuran 12 cm atau lebih, setiap 10 hari sekali masukkan:
  • Probiotik 5 ml/m3.
  • Ragi tempe 2–3 sendok makan/m3
  • Ragi tape 6–8 butir/m3
  • Malam harinya tambahkan dolomite 200–300 gr/m3 (diambil airnya saja). Pemberian ragi tempe dan ragi tape dilarutkan dalam air.

Pembuatan Pakan Fermentasi
Selama pembesaran pada proses budi daya lele, hal lain yang harus diperhatikan adalah pakan ikan serta pemberian aerasi setiap hari. Pemberian pakan harus dikelola dengan baik agar dapat mencapai produksi yang maksimal. Gunakan pakan yang berkualitas baik, dengan ukuran pakan disesuaikan lebar bukaanmulut ikan. Sebelum diberikan pada lele, sebaiknya pakan difermentasi dengan probiotik terlebih dahulu mengunakan probiotik mikroorganisme jenis Lactobacillus selama 2 hari atau maksimal 7 hari. Komposisinya yaitu 2 cc probiotik per kilogram pakan, ditambah air bersih sebanyak 25% dari berat pakan. Pakan diaduk merata dan dibiarkan 2 hari. Pakan dapat diberikan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari, dengan dosis pakan 80%. Setiap seminggu sekali ikan dipuasakan, yaitu tidak diberikan pakan. Setelah terbentuk flok, pemberian pakan dapat dikurangi 30%.

Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan kolam dengan sistem bioflok tidak jauh berbeda dengan budidaya ikan lele secara konvensional. Kegitaan pemeliharaan kolam antara lain: sortasi benih indukan unggul dan pemberian pakan lele berkualitas. 



a.Sortasi Benih 
Proses adaptasi benih selama 1-2 minggu benih lele di kolam,menyebabkan ada sebagian benih lele yang mengalami adaptasi lingkungan bisa berupa stress benih dan berujung pada kematian. Sebagian benih ikan lele akan mati yang ditunjukan dengan benih lele mengambang dipermukaan, hal ini harus dibuang, karena ikan lele mati tersebut akan membusuk dan bau yang kemudian akan mencemari kolam dan menjadi inang penyakit.

b.Pemberian Pakan
Pakan merupakan komponen terpenting dalam memaksimalkan hasil produksi budidaya ikan pada umumnya,ketersedian pakan berkualitas dapat mendongkrak peningkatan produksi budidaya, pakan dapat diberikan setiap 2 x sehari pagi dan sore, sebanyak 500-700 gram/hari selama 2,5-3 bulan lamanya, disesuaikan dengan jumlah benih yang ditebar.

Panen Lele
Panen lele system bioflok umumnya memasuki umur 2,5 sampai 3 bulan lamanya, panen ikan lele usaha mengikuti rotasi harga, hal ini bertujuan untuk menjaga harga jual lele. Ukuran lele mengikuti permintaan konsumen umumya 1 kg berisi 8-10 ekor ikan lele.

Sehari sebelum melakukan panen hendaknya lele dipuasakan (tidak diberikan pakan). Hal ini bertujuan supaya ketika dipanen, lele tidak memuntahkan kembali pakan atau buang kotoran pada saat pengiriman. Pindahkan air kolam ke kolam yang belum terisi air supaya lele mudah dipanen. Hal ini bertujuan supaya tidak perlu mematangkan air kembali seperti tahap awal dan lebih bisa mengefisiensikan waktu karena bisa kembali menggunakan air tersebut dengan konsentrasi 50 air bersih dan 50 air bekas panen tersebut.

Setelah panen dilakukan pencucian pada kolam yang telah dipanen tersebut, bersihkan flok-flok yang mengumpul disela-sela media kolam sampai bersih, hal ini bisa dilakukan mengunakan sabun sebagai pembersihnya. Biarkan selama sehari sampai air benar-benar habis mengering, baru kemudian bisa kembali mengisi dengan air sisa panenmaupun menggunakan air bersih.

Demikian pembahasan singkat tentang budidaya pembesaran ikan lele sistem bioflok. Artikel dimuat berdasarkan sumber dari http://eprints.upnyk.ac.id/15416/1/BUDIDAYA%20LELE%20DENGAN%20SISTEM%20KOLAM%20%20BIOFLOK.pdf dan sumber gambar dari seacrh google picture "Budidaya ikan lele sistem bioflok". Sekian, semoga bermanfaat!!



 pasang iklan


No comments: