Klasifikasi Morfologi Udang Windu (Penaeus monodon) dan Udang Vanname (Litopenaeus vannamei) 2 Komoditas Udang Unggulan



Udang adalah komoditas perikanan andalan Indonesia yang menjadi komoditas ekspor. Terdapat beberapajenis udang yang banyak dipelihara petambakdi Indonesia, yaitu udang windu, udang vaname, udang api-api, udang putih, dan udang galah. Udang budidaya yang dikaitkan dengan pasar eksporIndonesiaadalah udang windu dan udang vaname, sedangkan jenis udang lainnya digunakan untuk keperluan pasar dalam negeri.  
 
Berikut adalah pembahasan tentang klasifikasi dan morfologi dari udang windu dan udang vanname. 
 
Udang Windu (Penaeus monodon)
Klasifikasi Udang windu  :
 
Kingdom: Animalia
Fillum: Arthropoda
Subfillum : Crustacea
Kelas: Malacostraca
Ordo: Decapoda
Famili: Penaeidae
Genus: Penaeus
Spesies : Penaeus monodon
 
Morfologi
Tubuh udang windu terdiri dari dua bagian yaitu kepala dan dada (cephalothorax) dan perut (abdomen). Pada bagian cephalothorax terdiri dari 13 ruas, yaitu 5 ruas kepala dan 8 ruas dada. Bagian kepala terdiri dari antenna, antenulle, mandibula dan dua pasang maxillae. Kepala dilengkapi dengan 3 pasang maxilliped dan 5 pasang kaki jalan (periopoda). Bagian perut atau abdomen terdiri dari 6 ruas yang tersusun seperti genting. Pada bagian abdomen terdapat 5 pasang kaki renang (Pleopod) dan sepasang uropods (mirip ekor) yang membentuk kipas bersama-sama telson yang berfungsi sebagai alat kemudi.

Tubuh udang windu dibentuk oleh 2 cabang (biramous), yaitu exopodite dan endopodite. Udang windu mempunyai tubuh berbuku-buku dan aktifitas berganti kulit luar atau eksoskleton secara perodik yang biasa disebut dengan istilah moulting. 
 
Udang penaeid dapat dibedakan dengan yang lainnya oleh bentuk dan jumlah gigi pada rostrumnya. Udang windu mempunyai 2-4 gigi pada bagian tepi ventral rostrum dan 6-8 gigi pada tepi dorsal. Udang windu betina mempunyai thelicum sebagai alat reproduksinya. Letak thelicum berada diantara pangkal kaki jalan ke-4 dan ke-5 dengan lubang saluran kelaminnya terletak diantara pangkal kaki ke-3. Sedangkan alat kelamin udang jantan disebut petasma yang terletak pada kaki renang pertama. Udang windu bersifat kanibalisme yaitu suka memangsa jenisnya sendiri. Hal ini terjadi jika udang windu kekurangan pakan. 
 
Perkembangan dan Pertumbuhan Larva Udang Windu
Perkembangan dan pertumbuhan larva udang windu mengalami beberapa perubahan bentuk dan pergantian kulit (moulting). Secara umum pergantian kulit larva dimulai dari menetas sampai menjadi post larva (PL) yang siap untuk ditebar dalam tambak. Ada empat fase larva udang windu yang perlu diketahui yaitu: fase nauplius, zoea, mysis dan post larva. 
 
 
Setelah telur menetas, larva udang windu mengalami perubahan bentuk beberapa kali seperti pada gambar diatas yaitu :
 
1. Periode nauplius atau periode pertama larva udang. Periode ini dijalani selama 46-50 jam dan larva mengalami enam kali pergantian kulit.
2. Periode zoeaatau periode kedua. Periode ini memerlukan waktu sekitar 96-120 jam dan pada saat itu larva mengalami tiga kali pergantian kulit.
3. Periode mysisatau periode ketiga. Periode ini memerlukan waktu 96-120 jam dan larva mengalami pergantian kulit sebanyak tiga kali.
4. Periode post larva (PL) atau periode keempat. Udang windu mencapai sub stadium post larvasampai 20 tingkatan. Ketika mencapai periode ini, udang lebih menyukai perairan payau dengan salinitas 25-35 ppt. 
5. Periode juvenil atau periode kelima. Juvenil merupakan udang muda yang menyukai perairan dengan salinitas 20-25 ppt.
6. Periode udang dewasa. Periode ini berlangsung setelah periode juvenil hingga udang siap berkembang biak. Setelah matang kelamin dan matang gonad, udang dewasa akan kembali ke laut dalam untuk melakukan pemijahan. Udang dewasa menyukai perairan payau dengan salinitas 15-20 ppt 
 
Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei)
Klasifikasi udang vannamei : 
 
Kingdom: Animalia 
Filum: Arthropoda 
Kelas: Malacostraca 
Ordo: Decapoda 
Famili: Penaeoidae
Genus: Litopenaeus 
Species: Litopenaeus vannamei. 
 
 
Morfologi 
Tubuh udang vannamei dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kepala yang menyatu dengan bagian dada (cephalothorax) dan bagian tubuh sampai ekor (abdomen). Bagian cephalothorax terlindung oleh kulit kitin yang disebut karapaks. Bagian ujung cephalotorax meruncing dan bergerigi yang disebut rostrum. Udang vannamei memiliki dua gerigi di bagian ventral rostrum, sedangkan di bagian dorsalnya memiliki 8-9 gerigi. Jumlah keseluruhan ruas badan udang vannamei umumnya sebanyak 20 buah. Cephalotorax terdiri dari 13 ruas, yaitu 5 ruas di bagian kepala dan delapan ruas di bagian dada. Ruas ke-1 terdapat mata bertangkai, sedangkan pada ruas ke-2 dan ke-3 terdapat antenna dan antennula yang berfungsi sebagai alat peraba dan pencium. Rahang (mandibula) terdapat pada ruas ke-3 yang berfungsi sebagai alat untuk menghancurkan makanan sehingga dapat masuk ke dalam mulut. 
 
Bagian dada udang vannamei terdapat 8 ruas yang masing-masing ruas terdiri dari anggota badan yang biasa disebut thoracopoda. Thoracopodake-1 sampai ke-3 dinamakan maxilliped yang berfungsi sebagai pembantu mulut dalam memegang makanan. Thoracopodake-4 sampai ke-8 berfungsi sebagai kaki jalan (periopoda). Bagian abdomen udang vannamei terdapat 6 ruas. Ruas ke-1 sampai ke-5 merupakan bagian kaki renang (pleopoda), sedangkan pada ruas ke-6 berbentuk pipih dan melebar yang dinamakan uropoda yang bersama-sama dengan telson berfungsi sebagai kemudi saat berenang. 
 
Perkembangan dan Pertumbuhan Larva Udang Vannamei
Hampir sama dengan udang windu proses pertumbuhan udang vannamei dengan mengalami beberapa perubahan bentuk dan pergantian kulit (moulting). Secara umum pergantian kulit larva dimulai dari menetas sampai menjadi post larva(PL) sampai udang dewasa. Ada empat fase larva udang vannamei yaitu : fase nauplius, zoea, mysis dan post larva (PL). 
 
 
Demikian ulasan singkat tentang klasifikasi morfologi udang windu dan udang vannamei. Dimuat berdasarkan sumber dari :
http://digilib.unila.ac.id/4168/16/BAB%20II.pdf
Gambar berdasarkan penelusuran google gambar dengan kata pencarian "karakteristik udang, jenis udang windu dan udang vannamei, klasifikasi dan morfologi udang windu dan vanname". Sekian, semoga bermanfaat! Terimakasih.





No comments: