Sekilas Mengenal Klasifikasi dan Morfologi Ikan Kakap Putih/Barramundi (Lates calcarifer) Komoditas Laut Unggulan



Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan salah satu komoditas budidaya laut unggulan di Indonesia, karena memiliki pertumbuhan yang relatif cepat. Pertumbuhan kakap putih dapat mencapai laju pertumbuhan harian sebesar 0,51%/hari. Kelangsungan hidup dapat mencapai 86%, dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan budidaya (relatif mudah dibudidayakan). Ikan kakap putih mempunyai nilai ekonomis tinggi, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun luar negeri. Ikan kakap putih (Lates calcarifer, Bloch), merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis yang penting. Sebagai salah satu komoditas ekspor, permintaan jenis ikan ini cukup tinggi dipasar luar negeri.  
 
 
Ikan kakap putih adalah ikan yang mempunyai toleransi yang cukup besar terhadap kadar garam (Euryhaline) dan merupakan ikan katadromous (dibesarkan di air tawar dan kawin di air laut). Sifat-sifat inilah yang menyebabkan ikan kakap putih dapat dibudidayakan di laut, tambak maupun air tawar. Pada beberapa daerah di Indonesia ikan kakap putih dikenal dengan beberapa nama seperti: pelak, petakan, cabek, cabik (Jawa Tengah dan Jawa Timur), dubit tekong (Madura), talungtar, pica-pica, kaca-kaca (Sulawesi). Ikan kakap putih secara luas tersebar di wilayah tropika dan sub tropika Pasifik Barat dan Lautan Hindia, di antara 50°E - 160°W, 24°N – 25°S. Ikan ini terdapat khusunya pada bagian Utara Asia, Utara Australia, Barat hingga Timur Africa.  
 
Klasifikasi Ikan Kakap Putih : 
 
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Subkelas : Teleostei
Ordo : Percomorphi
Famili : Centropomidae
Genus :Lates
Spesies : Lates calcarifer.

kan kakap putih (L. calcarifer) memiliki bentuk badan memanjang, gepeng, batang sirip ekor lebar dengan bentuk bulat, mata berwarna merah cemerlang, bukaan mulut lebar sedikit serong dengan gigi-gigi halusdan tidak memiliki taring, terdapat lubang kuping bergerigi pada bagian penutup insang, sirip punggung terdiri dari jari-jari keras sebanyak 3 buah dan jari-jari lemah sebanyak 7-8 buah. Ikan kakap putih yang berumur 1-3 bulan berwarna terang, selanjutnya ikan kakap putih yang melewati umur 3 bulan akan berubah menjadi keabu-abuan dengan sirip berwarna gelap. Badan atau sirip tidak terdapat corak bintik-bintik.
 
Ikan kakap putih merupakan ikan yang memiliki kemampuan toleransi yang tinggi terhadap kadar garam (euryhaline). Selain itu, ikan kakap putih juga termasuk ikan katadromus (besar di air tawar dan kawin di air laut). Karakteristik ikan kakap putih tersebut menyebabkan pembudidayaan dapat dilakukan di laut ataupun ditambak. Kisaran toleransi fisiologis ikan kakap putih cukup luas, fekunditas dan pertumbuhannya juga cepat sehingga dalam waktu 6-24 bulan ikan sudah siap dipanen dengan ukuran 350-2000 g.
 
Habitat ikan kakap putih (L. calcarifer) berada di sungai, danau, muara dan perairan pesisir. Ikan kakap putih di alam memakan krustacea dan ikan-ikan kecil. Pemijahan ikan kakap putih terjadi di muara sungai, di hilir muara atau sekitar tanjung pesisir. Ikan kakap putih bertelur setelah bulan purnama dan bulan baru. Kegiatan pemijahan bergantung dengan musim dan pasang surut air laut yang membantu penyebaran telur dan larva ke muara.  
 
Daerah sebaran kakap putih di daerah tropis dan subtropis, daerah pasifik Barat dan Samudera Hindia, yang meliputi : Australia, Papua New Guinea, Indonesia, Philipina, Jepang, China, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, Bangladesh, India, Srilangka, Pakistan, Iran, Oman dan negara-negara disekitar laut Arab. Penyebaran kakap putih di Indonesia terutama terdapat di pantai utara Jawa, di sepanjang perairan pantai Sumatera bagian timur, Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Arafuru.  
 
Ikan kakap putih juga mempunyai toleransi yang cukup besar terhadap variasi kadar garam (euryhaline) dan merupakan ikan katadromous dibesarkan di air tawar dan kawin di air laut, Sifat-sifat inilah sehingga ikan kakap dapat dibudidayakan di laut, tambak maupun kolam air tawar.  
 
 
Setelah dewasa ikan ini bermigrasi ke muara sungai dengan keadaan kadar garam 25 – 30 permil, dalam kondisi air payau, gonad ikan kakap putih ini berkembang dengan baik. Perkawinannya sangat dipengaruhi oleh peredaran bulan, yakni pada permulaan bulan gelap atau bulan penuh bersamaan dengan datangnya air pasang.  
 
Ikan kakap putih betina mulai dewasa setelah mencapai berat 4 – 6 kg, sedangkan yang jantan menjadi dewasa setelah mencapai berat badan 3 kg. Jumlah telur bervariasi mengikuti berat badan. Induk ikan seberat 5 – 11 kg dapat menghasilkan telur sebanyak 2 – 7 juta butir, dengan ukuran telur antara 0,4 – 0,5 mm. Dalam waktu 18 jam setelah pembuahan telur menetas menjadi larva dengan ukuran rata-rata 1,49 mm. Dalam waktu sekitar 30 hari maka larva akan tumbuh menjadi burayak yang berukuran antara 1,3 – 1,7 cm.
 
Ikan Kakap putih berdasarkan siklus hidupnya, merupakan hewan hemaprodit protandri, yaitu diawal fase reproduksi mempunyai kelamin jantan dan setelah mencapai umur lebih dari 6 – 8 tahun lalu berubah kelamin menjadi betina. Testis mulai terbentuk pada ukuran panjang total antara 25 – 35 cm, terdapat kecenderungan semakin mendekati garis equator, pematangan seksual jantan terjadi lebih awal dibandingkan dengan yang berada jauh dari garis aquator. Di Indonesia dan Australia Utara pematangan kelamin jantan terjadi pada umur 1 – 2 tahun (panjang total ± 29 cm), sedangkan di Quensland pada umur 3 – 5 tahun atau pada saat panjang total mencapai 53 – 60 cm.). 
 
Ikan kakap putih merupakan jenis ikan pemangsa. Menurut para ahli, ikan kakap dapat hidup hidup selama 20 tahun. Panjang tubuhnya dapat mencapai 90 cm. Kemudian, berat badannya dapat mencapai 12,5 kg. Kondisi ini dapat dicapai bila tidak terdapat pemangsanya, yaitu linsang, burung atau parasit yang menggrogoti tubuhnya. Selain gangguan dari luar, antara ikan kakap sendiri sering terjadi peristiwa saling menyerang dan memangsa. Itu dapat terjadi bila mereka dalam kondisi lapar dan tidak dapat makanan. 
 
Di Indonesia ada beberapa jenis ikan kakap diantaranya ikan kakap merah (Lutjanus sanguineus) atau red snapper dan ikan kakap putih (Lates calcarifer), dan biasanya kakap merah dan kakap putih hanya disebut ikan kakap, padahal menurut taksonominya kedua jenis ini jelas berbeda, dimana kakap putih berasal dari famili Centropomidae dan kakap merah termasuk famili Lutjanidae. 
 
Ikan kakap merah dan kakap putih
Biasanya ikan Kakap Putih beruaya ke area pemijahan pada akhir musim panas dan musim pemijahan terjadi pada awal musim penghujan. Pemijahan pada musim penghujan terjadi akibat perubahan suhu dan salinitas di perairan. Salinitas dan suhu merupakan faktor penting yang mempengaruhi siklus pemijahan ikan Kakap Putih, musim pemijahan akan terlambat bila musim hujan datangnya terlambat. 
 
Selama musim pemijahan induk betina dan jantan mudah dikenali, dimana pada ikan yang berukuran sama, ikan jantan akan terlihat lebih kecil dengan badan lebih ramping dibandingkan dengan ikan kakap putih yang betina. Jika dilakukan pengurutan pada bagian perut, ikan kakap putih yang jantan akan mengeluarkan sperma, sedangkan induk betina mudah dikenali dari bentuk perutnya yang besar, bulat dan lembut dengan lubang pengeluaran telur yang berwarna pink kemerahan. Induk betina yang matang telur, apabila ditekan dengan tangan akan mengeluarkan telur.  
 
Demikia sedikit ulasan tentang sekilas mengenal klasifikasi dan morfologi ikan kakap putih (Lates calcalifer) sebagai salah satu komoditas budidaya laut unggulan Indonesia. Dimuat berdasarkan sumber dari :
http://eprints.umm.ac.id/51124/49/BAB%20II.pdf
http://digilib.unila.ac.id/3871/18/BAB%20II.pdf
https://studyaquaculture.wordpress.com/tag/kakap-putih-2/
Gambar dimuat berdasarkan hasil penelusuran google gambar dengan kata pencarian "ikan kakap putih, klasifikasi morfologi kakap putih, habitat hidup ikan kakap putih". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang bermanfaat! Terimakasih.





No comments: